Akurat

Trakindo Ungkap Transformasi Digital di Alat Berat Untungkan Industri

M. Rahman | 31 Januari 2024, 14:55 WIB
Trakindo Ungkap Transformasi Digital di Alat Berat Untungkan Industri

AKURAT.CO Transformasi digital di industri alat berat berdampak positif terhadap bisnis secara jangka panjang. Hal tersebut mengemuka dalam Bincang PERSpektif bertajuk  Transformasi Digital untuk Performa Bisnis Optimal oleh PT Trakindo Utama, penyedia solusi alat berat Caterpillar.

Chief Administration Officer Trakindo, Yulia Yasmina mengatakan acara tersebut digelar untuk mendorong percepatan transformasi digital di berbagai sektor industri, sekaligus upaya bersama untuk mencari solusi terbaik bagi industri agar bisa terus berkembang di era disrupsi.

Menurut Yulia, sejalan dengan komitmen Advancing You Forward untuk mendukung peningkatan produktivitas pelanggan, Trakindo senantiasa berupaya memajukan kemampuan dan kinerja para pemangku kepentingan, baik pelanggan, karyawan maupun masyarakat demi mencapai tujuan dan kesuksesan jangka panjang, khususnya di era disrupsi teknologi ini.

Baca Juga: Bantu Pelanggan, Trakindo Kenalkan Teknologi Cat MineStar Series 2023

Trakindo menyadari perkembangan teknologi ini tidak hanya berpotensi luar biasa dalam merombak industri, tapi juga mengubah berbagai aspek kehidupan manusia, meliputi digital economy, big data, robotic, hingga artificial intelligence.

"Sejalan dengan semangat tersebut, kami pun turut andil dalam mencari solusi terbaik bagi industri agar terus berkembang di era disrupsi dengan menghadirkan Bincang PERSpektif sebagai kegiatan reguler untuk membahas isu-isu penting, yang pada kesempatan ini mengedepankan tema Transformasi Digital untuk Performa Bisnis Optimal," jelas Yulia di Jakarta, Rabu (31/1/2024).

Senada, COO & Co-founder Corporate Innovation Asia Consulting (CIAS) M. Taufik Mardian menilai  transformasi digital memiliki peran yang sangat krusial bagi perusahaan di tengah era disrupsi teknologi untuk bersaing dan menghadirkan nilai tambah bagi pelanggan, namun yang sering terlupakan adalah aspek manusia sebagai pusat dari transformasi digital

"Riset dari Boston Consulting Group mengungkapkan bahwa 70% transformasi digital yang dilakukan oleh perusahaan tidak mencapai tujuannya, atau bisa dibilang gagal. Karena peran manajemen sangatlah krusial, terutama dalam membangun pemahaman, sekaligus meningkatkan keterlibatan karyawan agar tujuan transformasi digital bisa tercapai," ujarnya.

Sementara Ketua Umum Perhimpunan Agen Tunggal Alat Berat Indonesia (PAABI) Etot Listyono mengatakan transformasi digital di industri alat berat merupakan long term investment yang tak bisa dilihat dari sisi financial result.

"PAABI setuju penerapan transformasi digital di industri alat berat sangat penting untuk dilakukan tapi perlu diingat ini adalah investasi jangka panjang. Yang bisa dilihat seketika salah satunya dari aspek engagement baik internal karyawan maupun customer eksternal yang tumbuh," ujarnya.

Berdasarkan hasil survei internal PAABI, terungkap 100% responden PAABI setuju penerapan transformasi digital berbanding lurus dengan performa bisnis perusahaan. Sebanyak 77% transformasi digital yang dilakukan perusahaan tersebut meliputi kebutuhan internal dan eksternal.

Meski sudah melakukan transformasi digital, hanya 54% responden yang berhasil, sementara 46% responden mengakui bahwa transformasi digital belum diimplementasikan secara maksimal dalam perusahaan. Alasannya beragam, diantaranya karena penerapannya masih baru dilakukan dan terbatasnya infrastruktur di remote area.

"PAABI menyambut antusias era disrupsi teknologi digital ini. Untuk itu, kami senantiasa berupaya untuk mendorong para anggota untuk terus dapat beradaptasi dan memaksimalkan pemanfaatan teknologi digital, sehingga dapat memberikan value yang positif bagi peningkatan performa bisnis perusahaan," ungkap Etot.

Terkait penjualan alat berat sendiri, menurut Etot fluktuatif dalam 5 tahun terakhir. Misalnya di tahun 2019 mencapai 10.459 unit, di 2020 7.238 unit, di 2021 14.567 unit, di 2022 20.293 unit dan 2023 18.123 unit. Secara total populasi alat berat mencapai lebih dari 70.000 unti dalam 5 tahun terakhir. 

Manager Digital & Information Technology Trakindo, Ari Widayanti mengakui transformasi digital berdampak positif ke bisnis perusahaan. Dikatakan, sejak perusahaan melakukan akselerasi transformasi digital terutama di tahun 2023 lalu, active online customer tumbuh lebih dari 65% dan retaining existing online customer lebih dari 80% serta teramplifikasi ke online transaction yang tumbuh lebih dari 100%.

"Soal RoI memang solusi digital ada yang langsung terlihat tapi mostly jangka panjang. Kalau terkait insight, data-data memang sudah terkumpul puluhan tahun tapi itu baru bisa bermaksa setelah diolah jadi insight dan dipakai jadi decision. RoI bisa diukur salah satunya saat kita sharing atau mengedukasi pelanggan apa saja benefit yang bisa didapatkan dari sebuah solusi," ungkapnya.

Ditambahkan, Trakindo juga berfokus pada tiga aspek utama terkait transformasi digital, yaitu E-commerce, connectivity, dan productivity. E-commerce, Trakindo menghadirkan Parts.cat.com untuk penjualan suku cadang resmi Caterpillar yang telah disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan di Indonesia.

Connectivity, menghadirkan aplikasi VisionLink untuk membantu pelanggan dalam mengelola unit alat beratnya, sehingga jam operasional maksimal, biaya operasional rendah, dan pengoperasian optimal.  Productivity, menghadirkan CAT Inspect yang berfungsi untuk mengunduh dan menyelesaikan inspeksi yang dilengkapi dengan opsi foto, video, dan komentar.

"Menurut pengalaman kami, komunikasi dan koordinasi merupakan kunci utama yang dibutuhkan untuk membangun kesepahaman tujuan antara perusahaan dan pelanggan, hingga akhirnya pelanggan bersedia untuk beradaptasi dengan sistem baru yang diterapkan," imbuh Ari Widayanti. 

General Manager Human Resources Trakindo, Ferry M. Butarbutar menjelaskan untuk memaksimalkan potensi sumber daya manusia perusahaan, Trakindo mengembangkan Aplikasi THRU, yaitu aplikasi yang mencakup perkembangan informasi dan administrasi perusahaan termasuk keperluan Human Resources, meliputi cuti, kesehatan, kehadiran, hingga perjalanan dinas di genggaman lebih dari 7.800 karyawan Trakindo yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

"Aplikasi ini sangat bermanfaat bagi kami karena tidak semua karyawan bisa selalu standby di depan laptop, terutama mereka yang harus bertugas di lapangan. Konsistensi untuk membangun pemahaman karyawan tentunya sangatlah dibutuhkan agar penerapannya bisa optimal, terlebih banyak karyawan yang awalnya belum terbiasa untuk menggunakan sistem aplikasi," kata Ferry.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa