Akurat

Kapitalisasi Pasar Tembus USD3 T, Microsoft Jadi Perusahaan Terbesar Kedua Usai Apple

M. Rahman | 25 Januari 2024, 17:17 WIB
Kapitalisasi Pasar Tembus USD3 T, Microsoft Jadi Perusahaan Terbesar Kedua Usai Apple

AKURAT.CO Kapitalisasi pasar atau valuasi Microsoft tembus USD3 triliun atau setara Rp47,6 kuadriliun (asumsi kurs Rp15.876), menempatkannya sebagai perusahaan terbesar kedua di dunia setelah Apple.

Mengutip Reuters pada Kamis, 25 Januari 2024, saham Microsoft dan Apple telah bersaing untuk menjadi saham dengan kapitalisasi terbesar di Wall Street sejak awal tahun ini. 

Pembuat iPhone ini pun sempat kehilangan posisinya ke raksasa perangkat lunak tersebut pada awal Januari.

Baca Juga: Microsoft Copilot AI Kini Tersedia dalam Aplikasi Office Rp400 Ribuan

Saham Microsoft sempat mencapai rekor tertinggi sebesar USD405.63 atau setara Rp6,44 juta, naik 1,7%, memungkinkannya melampaui level kapitalisasi pasar USD3 triliun. 

Namun, belakangan ditutup pada USD402.56 setara Rp6,39 juta, dengan nilai Microsoft sebesar USD2.99 triliun setara Rp47,56 triliun sedikit di bawah harga ambang USD403.65 setara Rp6,41 juta yang akan membuatnya tetap di atas USD3 triliun.

Sementara saham Apple mengurangi keuntungan awal dan ditutup turun 0,35% pada USD194.50 setara Rp3,088 juta memberinya nilai pasar sebesar USD3 triliun, menurut data LSEG.

Didukungan oleh investasinya dalam pembuat ChatGPT, OpenAI, Microsoft dianggap sebagai pelopor dalam perlombaan penguasaan pasar melalui peluncuran kecerdasan buatan generatif (AI) di antara raksasa teknologi lainnya, seperti Google owner Alphabet (GOOGL.O), Amazon.com (AMZN.O), Oracle (ORCL.N), dan Facebook owner Meta Platforms (META.O).

Dengan menggunakan teknologi OpenAI, Microsoft telah meluncurkan versi terbaru dari produk perangkat lunak produktivitas utamanya serta mesin pencari Bing, yang diharapkan dapat bersaing lebih baik dengan penawaran pencarian dominan Google.

Di sisi lain, Apple menghadapi permintaan yang terus melambat untuk produk iPhone-nya. Terutama di China, di mana perusahaan tersebut menawarkan diskon langka kepada pelanggan untuk meningkatkan penjualan di tengah persaingan ketat dari pesaing lokal seperti Huawei Technologies.

"Menurut saya, ini adalah optimisme AI untuk Microsoft," kata analis Stifel Brad Reback, dan menambahkan bahwa Apple tidak tampak memiliki "cerita AI yang jelas" yang dikaitkan dengan kekhawatiran tentang tingkat pertumbuhan dan penetrasi penjualan iPhone.

54 analis yang memantau saham Microsoft memiliki target harga median sebesar USD425 setara Rp6,75 rupiah, naik dari USD415 setara Rp6,6 juta bulan lalu, dan rekomendasi rata-rata mereka adalah "beli", menurut data LSEG.

Didorong oleh optimisme AI, saham Microsoft naik hampir 57% pada tahun 2023 dan naik 7% tahun ini. Adapun saham Apple naik 48% tahun lalu dan naik sekitar 1% sepanjang tahun ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa