Akurat

Prabowo Mau Impor Sapi, Ganjar: Lebih Baik Bicara Kemandirian Ekonomi

Paskalis Rubedanto | 7 Januari 2024, 11:30 WIB
Prabowo Mau Impor Sapi, Ganjar: Lebih Baik Bicara Kemandirian Ekonomi

AKURAT.CO Calon presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo, menanggapi dingin rencana Prabowo Subianto mengimpor 1,5 juta ekor sapi dari Brasil dan India untuk memenuhi kebutuhan Program Susu Gratis. 

Ganjar menilai, dana impor sapi akan lebih bermanfaat apabila digunakan untuk pengembangbiakkan (breeding) di dalam negeri, sehingga akan tercipta kemandirian ekonomi pangan nasional. 

“Impornya kapan itu? Cita-citanya, kali ya. Lebih baik kita membicarakan kemandirian ekonomi kita, bagaimana kita punya breeding sendiri,” kata Ganjar, di Jakarta, Sabtu (6/1/2024).

Baca Juga: Roy Suryo: Silakan Gibran Buktikan untuk Dilakukan X-Ray Sebelum Debat

Ia mengatakan, ketahanan pangan nasional telah menjadi isu yang terus diperbincangkan selama bertahun-tahun. Namun, faktor utama, yang menjadi masalah adalah ketergantungan Indonesia pada impor, terutama komoditas bahan pokok, seperti beras. 

Ketergantungan ini, lanjutnya, akan membuat negara rentan terhadap fluktuasi harga komoditas di pasar internasional, perubahan iklim, dan gangguan pasokan global.

“Inilah yang membuat kita sering bergantung soal  pangan dengan dunia lain, maka kita musti serius urus politik pangan ini,” ujar mantan Gubernur Jawa Tengah itu. 

Baca Juga: Ingrid: Banjir di Bekasi dan Depok Harus Diselesaikan

Seperti diberitakan, Prabowo membuka opsi impor sapi perah untuk memenuhi kebutuhan Program Susu Gratis kepada anak-anak.

Prabowo memperkirakan akan mengimpor sekitar 1,5 juta ekor sapi dari Brasil dan India untuk memenuhi kebutuhan susu gratis bagi 82 juta anak di Indonesia. 

Saat itu, Prabowo mengatakan, impor sapi dari Brasil membutuhkan waktu sekitar 40 hari untuk tiba di Indonesia dan dari India selama 20 hari. 

Adapun harga sapi asal Brasil, kata Prabowo, sekitar USD2.500 per ekor untuk tiba di Indonesia dan dari India harga sapi perah minimal Rp2,5 juta per ekor.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.