TKN Fanta Prabowo-Gibran Sebut Hilirisasi Tepat Dilanjutkan untuk Pembukaan Lapangan Kerja Lebih Besar

AKURAT.CO Indonesia berpotensi menjadi sebuah negara super power di tahun 2045 dibandingkan negara-negara lainnya di dunia. Hal tersebut didukung dilihat dari aspek bonus demografi pada tahun 2045.
Hal tersebut diungkap Fanta Law, bagian TKN Fanta Prabowo-Gibran menggelar Talkshow dalam acara bertajuk "Aspek Hukum dan Ekonomi terkait Penerapan Hilirisasi di Indonesia" di Fanta HQ, Jalan Surabaya nomor 45, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (20/12/2023).
Komandan Fanta Law, Andi Ryza Fardiansyah, mengharapkan, pemerintah selanjutnya memberikan akses dan ruang bukan hanya soal UMKM, melainkan mencetak generasi muda yang siap mengawal hilirisasi pertambangan.
Baca Juga: Petinggi Harita Group Tersangka, KPK Isyaratkan Usut Rasuah Tambang Nikel
"Bagaimana mencetak generasi muda untuk menjadi sumber daya manusia yang siap untuk mengawali hilirisasi di pertambangan itu menjadi PR utama sebenarnya," kata Andi.
Lebih lanjut, Andi memaparkan, hilirasi yang dilakukan Presiden Jokowi berpeluang terbukanya industri dan lapangan pekerjaan bagi generasi muda.
"Ketika hilirisasi nanti kemudian mencapai puncaknya dan sistemnya akan berjalan, artinya pertambangan itu tidak hanya berbicara tentang satu jenis industri, tapi akan banyak industri-industri lain yang menjadi support sistem pertambangan yang akan terbuka. Artinya lapangan kerja terbuka, lapangan kerja lebih besar,' kata dia.
Baca Juga: Capai Predikat Informatif, BNI Terima Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2023
Di kesempatan yang sama, Koordinator Kajian Isu Strategis Fanta Law, Irvan Nugroho Wicaksono, menilai, penerapan hilirasi sumber daya alam yang sudah dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah sangat tepat. Ia pun mencontohkan hilirisasi terhadap produk pertambangan nikel.
"Pertambangan nikel dibuat dengan sangat baik sekali dengan izinnya dan pemerataannya. Investor asing bisa masuk, investor Indonesia juga bisa masuk, dan akhirnya masuk ke ranah smelter. Smelter juga didukung dengan merata, antara investor asing dengan pemerintah Indonesia. Pada ujungnya adalah terkait pembuatan dari mobil hybrid maupun mobil listrik, yang sedang dicanangkan sekarang," ujar Irvan.
Lebih lanjut, Irvan mengatakan, pemimpin masa depan perlu melanjutkan program hilirisasi yang telah dilakukan pemerintah Jokowi. Karena itu ia mengajak masyarakat memilih pasangan capres-cawapres Prabowo-Gibran di Pilpres 2024.
Baca Juga: Dorong Kenaikan DPK, Bank BTN Incar Nasabah Kakap
"Aturannya sudah jelas dari segi pemerintah sudah jelas mensuport hilirasi dari hulu ini hingga hilir. Jadi kalau menurut saya adalah tinggal kita melanjutkan untuk menjadi negara maju, maka itu kita wajib untuk memilih Prabowo Gibran," kata Irvan
Secara terpisah, Komandan TKN Fanta Prabowo-Gibran, Arief Rosyid Hasan, mengatakan, Prabowo-Gibran akan melanjutkan dan menyempurnakan kebijakan pada periode Jokowi-Ma’ruf Amin, termasuk kebijakan hilirisasi.
Arief juga menyebut kebijakan hilirisasi sangat tepat dilakukan. Ia juga menegaskan hilirsasi juga termasuk dari Asta Cita Prabowo-Gibran.
"Salah satu Asta Cita Prabowo-Gibran yakni melanjutkan hilirisasi dan industriaisasi untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri. Karena itu saya berharap orang muda memilih pak Prabowo dan Mas Gibran yang melanjutkan dan menyempurnakan kebijakan program Pak Jokowi," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









