Heboh Ngaku Disekap 6 Bulan dan Dipaksa Salat 120 Rakaat, Aron Ashab: Doain Aja

AKURAT.CO Aktor sekaligus kreator konten Aron Ashab akhirnya buka suara terkait kabar mengejutkan yang menyebut dirinya menjadi korban penculikan dan penyekapan selama enam bulan di kawasan pedalaman Tasikmalaya, Jawa Barat.
Meski diterpa dugaan insiden traumatis, Aron tampak berusaha tetap santai saat dihubungi awak media melalui panggilan video di ponsel pengacara Sunan Kalijaga. Ia mengaku belum bersedia membeberkan kronologi secara terperinci.
Baca Juga: Profil Aron Ashab, Kreator Konten Parodi yang Kembali Disorot Usai Menghilang Setahun
Menariknya, alih-alih menjelaskan detail kejadian yang dialaminya selama setengah tahun menghilang, pria yang baru saja mendatangi Sunan Kalijaga untuk berkonsultasi hukum ini justru melempar candaan kepada publik.
"Gue tuh cuma kecewa aja sama kalian semua, kenapa kalian enggak ada yang speak up gitu," ujar Aron Ashab sambil tertawa melalui video call dengan Sunan Kalijaga di kawasan Puri Kembangan, Jakarta Barat, Jumat (16/10/2026).
Saat dicecar mengenai alasan di balik dugaan pembawaan paksa dirinya ke lokasi tersebut, Aron memilih untuk menahannya terlebih dahulu.
Ia beralasan ingin menyiapkan pemaparan cerita secara matang agar informasi yang sampai ke masyarakat tidak setengah-setengah.
"Gak bisa on the go begini. Entar kita konsepin baru kita ngobrol. Pokoknya sekarang menghibur aja dulu, seru-seruan, lucu-lucuan. So far so good," jelasnya.
Baca Juga: 5 Fakta Mengejutkan Pengakuan Aaron Ashab, Dipukuli Sang Kakak Selama 15 Tahun
Aron berjanji bahwa fakta di balik dugaan penyekapan ini lambat laun akan terungkap secara terang benderang. Ia pun meminta dukungan doa dari masyarakat agar permasalahan yang dihadapinya menemukan titik terang.
"Nanti akan jelas nantinya. Ya doain ajalah jatuhnya. You know, kebenaran akan menemukan justice-nya (keadilannya) gak sih jatuhnya," kata Aron.
Sebelumnya, pengacara Sunan Kalijaga mengungkapkan bahwa Aron Ashab mendatangi dirinya untuk berkonsultasi hukum atas dugaan peristiwa traumatis.
Berdasarkan penuturan Sunan, Aron diduga dibawa paksa oleh sekelompok orang dari Jakarta menuju sebuah tempat di pedalaman Tasikmalaya. Di lokasi tersebut, Aron kabarnya tinggal bersama puluhan orang dan diperlakukan sebagai 'warga binaan.'
Tak hanya itu, Aron disebut-sebut diwajibkan menjalani rutinitas tak biasa, salah satunya menjalankan salat hingga 120 rakaat dalam sehari, serta menyaksikan berbagai tindakan kekerasan.
Aron akhirnya berhasil meloloskan diri setelah berpura-pura berkelakuan baik hingga mendapatkan kepercayaan dari pengelola tempat tersebut, sebelum akhirnya melarikan diri kembali ke Jakarta.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







