Gelar Pelatihan ke Relawan, Dewan Pakar TKN Prabowo-Gibran Sosialisasikan Program Food Estate
Atikah Umiyani | 14 Desember 2023, 19:33 WIB

AKURAT.CO DPP Persaudaraan 98 bekerja sama dengan Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran menggelar kegiatan Training of Trainer (ToT) sebagai upaya memenangkan Prabowo-Gibran satu putaran di Pilpres 2024 mendatang.
Kegiatan ini diikuti sejumlah Tim Relawan Prabowo-Gibran yang ada di DKI Jakarta. Kegiatan digelar di DPP Persaudaraan 98, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (14/12/2023).
Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Muhammad Sirod menjadi salah satu narasumber dalam acara ini. Dalam paparannya, ia menjelaskan secara detail bagaimana program swasembada pangan yang diusung Prabowo-Gibran.
Baca Juga: Seleksi Kompetensi Bidang CPNS Kemenag Digelar 19 Desember, Catat Ketentuan dan Sanksi SKB 2023
Sirod menjelaskan, salah satu langkah untuk mencapai swasembada pangan yaitu dengan meneruskan program food estate atau lumbung pangan yang sudah digagas pemerintahan Presiden Joko Widodo.
"Yang sudah dilakukan oleh pak Jokowi itu akan diteruskan terutama program yang memang sebenarnya butuh langkah strategic ya seperti food estate," kata Sirod.
Menurutnya, program food estate diperlukan agar Indonesia mempunyai persediaan pangan yang cukup, terutama di saat krisis ataupun genting seperti pandemi Covid-19.
Sirod menyadari banyak pihak yang berbeda pandangan bahkan menyerang program ini. Namun, ia menilai program food estate adalah program yang paling rasional yang mesti dilakukan oleh Prabowo-Gibran.
Ia pun mencontohkan beberapa wilayah food estate yang dinilai sudah berhasil di Indonesia, salah satunya yakni pertanian di Karawang, Jawa Barat.
"Karawang sudah jadi lumbung pangan untuk nasional dan itu contoh konkret yang berhasil," ujarnya.
Baca Juga: Kakeknya dari Sulawesi Utara, Thom Hayes Terang-terangan Ingin Bermain untuk Timnas Indonesia
Sirod menilai, untuk mengatasi persoalan pangan ini, Prabowo akan menurunkan banyak ahli di bidang pertanian agar pembanguan food estate selaras dengan perlindungan lingkungan.
"Bukan berarti kita berniat merusak lingkungan tetapi kita butuh makan dan harus membuka lahan tentu dengan teknologi pertanian," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 2Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 3Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 4Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 5Prediksi Skor LASK Linz vs Slovan Bratislava 4 November 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Pertandingan Galatasaray vs Stuttgart 4 November 2026: Skor, Starting XI, dan Jadwal
- 7Prediksi Skor Atletico Madrid vs Bayern Munchen 4 November 2026: Los Rojiblancos Diunggulkan
- 8Kisi-Kisi dan Contoh Soal Matematika Wajib TKA SMA 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban
- 9Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar
- 10Prabowo Tunjuk Letjen Ariyo Windutomo Jadi Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan Menggantikan Listyo Sigit









