Perbedaan Social Commerce Dan E-commerce Yang Wajib Diketahui

AKURAT.CO - Belum lama ini pemerintah memberlakukan aturan pelarangan berjualan di platform Tiktok. Salah satu penyebabnya karena dianggap merugikan para pedagang offline.
Pelarangan tersebut tercantum dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 31 Tahun 2023 tentang ketentuan Perizinan Usaha, Periklanan, Pembinaan dan Pengawasan Pelaku Usaha dalam Perdagangan melalui Sistem Elektronik.
Di dalamnya terdapat enam poin utama, salah satunya adalah pelarangan marketplace dan social commerce bertindak sebagai konsumen. Namun, sebagian besar masyarakat belum bisa membedakan antara social commerce dan e-commerce.
Baca Juga: 7 Serba-serbi Permendag PPMSE Baru
Lalu, apa saja perbedaan utamanya? Simak penjelasan berikut ini.
Perbedaan Social Commerce dan E-commerce
Menurut beberapa sumber, Jumat (29/9/2023), secara umum pengertian keduanya hampir sama.
Social commerce merupakan kegiatan jual beli produk atau layanan secara online melalui satu platform sekaligus. Fitur ini memudahkan pengguna melakukan transaksi langsung tanpa harus beralih ke platform lain.
Pelanggan dapat menikmati pengalaman berbelanja, mulai dari pencarian produk hingga pemesanan. Beberapa aplikasi yang menerapkan fitur social commerce antara lain Instagram, Tiktok, Facebook dan sebagainya.
Sementara itu, e-commerce hanya berfokus pada pengalaman jual beli di toko online khusus.
Jika dilihat dari penjelasan di atas, perbedaan utama antara keduanya terdapat pada proses transaksi. Social commerce memungkinkan pengguna bertransaksi langsung dalam satu platform media sosial. Sedangkan, e-commerce mengandalkan toko online khusus yang terpisah dari platform media sosial.
Dengan begitu, social commerce menghasilkan keuntungan lebih banyak dibandingkan e-commerce
Keuntungan Social Commerce
Adapun, beberapa keuntungan dari social commerce adalah sebagai berikut.
1. Dapat menjangkau banyak orang
Keuntungan pertama social commerce adalah dapat menjangkau banyak orang.
Pada saat penjual menggunakan fitur ini untuk memasarkan produk, kemungkinan besar akan menjangkau banyak pelanggan.
2. Dapat membantu mempertahankan pelanggan
Pengguna media sosial tidak perlu lagi beralih ke platform lain ketika ingin membeli suatu produk.
Melalui fitur social commerce ini dapat membantu mempertahankan pelanggan yang ada.
3. Berpotensi meningkatkan rekomendasi atau review
Fitur ulasan dalam social commerce memberi kesempatan bagi pelanggan untuk membeli suatu produk.
Oleh karena itu, apabila interaksi mengalami peningkatan maka kemungkinan besar algoritma yang dihasilkan juga positif.
4. Mengumpulkan data pengguna
Adanya fitur social commerce, memudahkan penjual mendapatkan data pelanggan guna menyusun strategi berjualan.
5. Dapat mendorong pendapatan tambahan
Social commerce mendorong peningkatan pada pendapatan dibandingkan dengan e-commerce konvensional.
Nah, itulah perbedaan utama antara social commerce dan e-commerce. (Tasya Nurhaliza Putri)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










