UMKM Simak 5 Tips Genjot Penjualan Online Dari Tokopedia

AKURAT.CO - Pada tahun 2023 sudah ada lebih dari 14 juta penjual yang merupakan pelaku UMKM berdasarkan data dari Tokopedia. Angka tersebut meningkat 2 kali lipat dibandingkan tahun 2019 atau sebelum pandemi yaitu 7 juta penjual.
Kepala Divisi Corporate Affairs Tokopedia, Antonia Adega, mengatakan untuk membantu penjual mengembangkan usahanya di tengah kondisi pasar yang terus berubah, Tokopedia telah membuat sederet inovasi digital dengan melakukan edukasi berkala kepada penjual dari berbagai skala guna meningkatkan penjualan.
“Tokopedia memanfaatkan artificial intelligence (AI) termasuk machine learning untuk menyediakan self-service experience bagi penjual agar bisa mendapatkan pengalaman terbaik dalam memajukan usaha. Penjual bisa mendapatkan self-service experience ini melalui Seller Dashboard Tokopedia,” kata Antonia dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (27/9/2023).
Baca Juga: Lima Ide Jualan Online di Bulan Puasa ala Tokopedia, UMKM Wajib Catat!
Agar pelaku usaha dan UMKM, bisa terus menjaga bahkan meningkatkan eksistensi bisnis, Tokopedia membagikan 5 tips jualan online untuk mendongkrak penjualan.
Pertama, evaluasi apakah produk yang dijual masih sesuai kebutuhan lewat fitur ‘wawasan’. Pelaku usaha perlu melakukan evaluasi berkala terhadap berbagai hal, diantaranya produk yang dijual apakah masih sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini atau tidak, harga produk yang masih sesuai dengan pasaran, serta penanaman produk yang sesuai dengan keyword yang sedang popular.
Kedua, manfaatkan fitur penanaman produk dan kategori agar produk lebih mudah dicari. Melalui fitur ini akan membantu meningkatkan visibilitas produk dari penjual sehingga lebih mudah ditemukan oleh calon pembeli.
Ketiga, manfaatkan momentum agar semakin untung. Menurut Antonia, strategi promosi dan penjualan yang tepat, dapat diiringi dengan momentum yang bisa membantu penjual untuk meningkatkan penjualan dan posisi di pasar. Seperti contoh, menjual pada momen hari raya, akhir ataupun awal tahun, hingga di awal tanggal gajian masyarakat.
Keempat, penjualan dapat dilakukan dengan bundling atau dengan mengelompokkan produk utama yang paling laris dengan produk pelengkap menjadi satu, dan menetapkan harga yang lebih kompetitif.
“Hal ini dapat mempercepat arus stok produk karena bisa terjual lebih cepat dan untuk mendapatkan rekomendasi pengelompokan yang lebih potensial,” ucap Antonia.
Kelima, strategi affiliate marketing yang bisa mempromosikan produk atau toko penjual secara lebih kreatif. Menurut Antonia, strategi ini bisa membantu penjual memperluas jangkauan pasar untuk tingkatkan penjualan.
“Agar affiliate tertarik untuk mempromosikan, penjual perlu membuat produknya menonjol. Caranya, pastikan judul dan foto produk menarik serta sesuai. Penjual juga sebaiknya menulis deskripsi produk secara lengkap, mulai dari cara pemakaian hingga komposisi. Sertakan juga promo yang menarik, seperti diskon atau cashback,” ungkap Antonia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini











