Kunjungan Ke Mimika, Mendag Zulhas: Harga Bapok Stabil

AKURAT.CO Menteri Perdagangan (Mendag), Zulkifli Hasan atau Zulhas meninjau harga bahan pokok (bapok) di Pasar Sentral Timika, Papua, Selasa (19/9/2023). Dia mengatakan secara keseluruhan bahwa di wilayah timur Indonesia itu harga bapoknya stabil.
"Kita lihat harga-harga di sini stabil, barang banyak karena supply banyak, jadi di sini termasuk yang murah," kata Zulhas.
Ketua Umum PAN ini juga menjelaskan berdasarkan pemantauan harga bapok cenderung sesuai dengan acuan pemerintah.
Baca Juga: Ekspor Agustus 2023 Naik, Mendag Zulhas: Dorong Peningkatan Surplus Neraca Perdagangan
"Tadi bawang Rp35 ribu, cabe agak mahal mungkin karena ambilnya jauh Rp60-Rp70 ribu. Tapi beras, telur ayam, minyak semua lengkap harganya stabil, harga sesuai yang acuan pemerintah," tutup Zulhas.
Sebagai informasi, selain meninjau harga bapok, Zulhas juga bakal memberikan melakukan Bakti Sosial menyerahkan bantuan Kemendag Peduli dan meninjau Posko Tanggap Darurat Penanganan Bencana Kabupaten Puncak.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 5Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat









