Bahas Arah Ekonomi Digital RI, ILUNI UI Adakan Forum Diskusi Salemba Ke-90

AKURAT.CO - Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) kembali membuka forum diskusi Salemba ke 90 secara daring pada Sabtu (2/9/2023). Forum ini mengangkat tema “Menerka Arah Pengembangan Ekonomi Digital ke Depan”.
Asisten Deputi Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian, Bayu Anggara Silvatika mengatakan, Indonesia saat ini masih berada di peringkat 51 dan masih perlu meningkatkan tingkat daya saing pada ekonomi digital.
“Saat ini Indonesia masih berada di peringkat 51 dari 64 negara, walaupun naik dari tahun 2021, harapannya kita bisa mendorong ke peringkat 20 ditahun 2030,” kata Bayu dalam diskusi secara daring, Sabtu (2/9/2023).
Baca Juga: Wishnutama Tegaskan Bangun Ekonomi Digital Dari Kedaulatan Data: Gak Karuan Bangsa Kita
Bayu menyampaikan, dalam menuju era digital ekonomi yang lebih sustain, pemerintah perlu mendorong tingkat daya saing untuk menjadi backbone pertumbuhan ekonomi Indonesia.
“Tingkat daya saing digital ini sangat penting, karena melihat dari era-era teknologi ini menjadi backbone di dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ucap Bayu.
Menurutnya, ada beberapa tantangan dalam pengembangan ekonomi digital di Indonesia, diantaranya Infrastruktur, Sumber Daya Manusia (SDM) dan literasi digital, regulasi, dan pola pikir.
Saat ini pemerintah terus mengoptimalisasi kondisi bonus demografi melalui generasi milenial dan generasi z yang diharapkan dapat mendorong pemenuhan digital talent, munculnya inovasi baru yang bermanfaat dan produktif.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Direktur Eksekutif Indonesia Fintech Society (IFSOC), Mekhdi Ibrahim Johan juga menyampaikan, perkembangan ekonomi digital Indonesia akan jauh lebih sehat ke depannya.
“Karena dengan adanya ekonomi digital di Indonesia akan mendemokratisasi ekonomi yang membuat kesetaraan dan seimbang dari setiap pelaku ekonomi,” ungkap Mekhdi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.











