Biden: Banyak Perusahaan Minyak Keruk Keuntungan dari Perang Rusia - Ukraina

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden menuduh para perusahaan-perusahaan energi mengeruk keuntungan dari perang Ukraina dengan Rusia, dimana menurutnya ada sekitar enam perusahaan minyak negaranya berhasil mengeruk keuntungan sebesar USD100 miliar selama enam bulan terakhir ini.
Menurutnya, profit itu hanya akan diberikan kepada para pemegang saham dan pembelian kembali saham, bukan diberikan kepada masyarakat untuk membeli bahan bakar minyak (BBM).
"Keuntungan ini nantinya malah dibagikan kepada para pemegang saham saja, bukan diberikan kepada masyarakat sebagai subsidi untuk membeli bahan bakar minyak (BBM), ini keterlaluan sekali," ucapnya melalui lansiran AlJazeera, Rabu (02/11/2022).
Jadi keenam perusahaan ini, tambahnya, mendapatkan keuntungan besar dibalik musibah yang terjadi di Ukraina akibat perang yang tak berkesudahan dengan Rusia.
“Oleh karena itu, apabila para industri minyak tidak menurunkan harga BBM serta meningkatkan produksi dan kapasitas kilang mereka, maka kami akan menerapkan pajak yang lebih tinggi serta beberapa sanksi lainnya," tegas Biden.
Seperti yang diketahui, Chevron dan ExxonMobil beberapa waktu lalu melaporkan pendapatan labanya tembus senilai USD70 miliar meningkat tiga kali lipat dari tahun 2021.
“Sudah waktunya bagi perusahaan-perusahaan ini untuk berhenti mencari keuntungan dari sebuah musibah, sebab sudah saatnya mereka memenuhi tanggung jawabnya bagi negara ini,” ucapnya.
Sebagai informasi, Sebelumnya, anggota parlemen Inggris pada Juli menyetujui pajak tak terduga 25 persen pada produsen minyak dan gas di Laut Utara Inggris yang diperkirakan akan meningkatkan 5 miliar pound setara dengan USD5,95 miliar, dalam satu tahun untuk membantu orang yang berjuang dengan tagihan energi yang melonjak. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





