Enggak Nyangka Starbucks Ternyata Tak Laku di Australia, Kok Bisa?

AKURAT.CO, Kopi Starbucks sudah tak dipungkiri lagi merupakan kedai kopi yang cukup ternama di dunia. Di Indonesia sendiri peminatnya juga cukup banyak di kota-kota besar.
Meski demikian, kesuksesan Starbucks secara global ini tidak berlaku di Australia. Di negara tersebut, pasalnya bisnis Starbucks sulit berkembang dan hanya memiliki sedikit gerai.
Padahal masyarakat Australia juga dikenal dengan kecintaan mereka terhadap kopi.
Melansir dari CNBC Sabtu (25/6/2022), Starbucks pertama kali memasuki pasar kopi Australia pada tahun 2000 dan berkembang cukup pesat di negara tersebut. Bahkan pada tahun 2008 jaringan kopi ini telah membuka hampir 90 gerai di berbagai lokasi.
Namun investasi perusahaan asal Amerika Serikat (AS) ini ternyata tak sesuai ekspektasi. Pasalnya Starbucks dinilai bergerak terlalu cepat, dan tumbuh lebih cepat dari popularitasnya.
" Ketika diluncurkan, mereka diluncurkan terlalu cepat dan mereka tidak memberi konsumen Australia kesempatan untuk benar-benar mengembangkan selera untuk merek Starbucks," kata Thomas O'Connor, analis riset utama yang mengkhususkan diri dalam industri konsumen di Gartner.
Selain itu, budaya kopi di Australia juga terbukti menjadi tantangan bagi Starbucks. Dimana kedai kopi Amerika Serikat (AS) tersebut kalah bersaing dari kedai-kedai kopi lokal.
Hal ini juga karena kopi yang ditawarkan Starbucks ternyata tidak cocok dengan selera orang Australia. Perusahaan ini menyajikan pilihan kopi yang lebih manis daripada yang disukai orang Australia, semuanya dengan harga lebih mahal daripada kedai kopi lokal.
Karena hal itu dalam tujuh tahun pertama di Australia, Starbucks mengakumulasi kerugian sebesar US$ 105 juta, memaksa perusahaan untuk menutup 61 lokasi. Hanya saja hingga saat ini Starbucks belum menyerah di Australia. Sejak penutupan tahun 2008, perusahaan ini secara perlahan mulai membuka lebih banyak gerai di Australia.
Sebelumnya, Starbucks telah resmi untuk hengkang dari Rusia setelah mereka melayani pelanggannya sejak 2007 lalu atau sekitar 15 tahun mereka berdiri.
Hengkangnya Starbucks dari Rusia menambah jajaran perusahaan Amerika Serikat (AS) yang keluar dan tidak berinvestasi kembali disana menyusul adanya operasi militer yang dilakukan oleh Rusia kepada Ukraina.
Amerika Serikat dan Sekutu Baratnya menanggapi dengan serius operasi militer Rusia di Ukraina dengan memberikan sanksi ekonomi dengan tujuan mengisolasi dari perekonomian global. Selain itu, Rusia juga dikeluarkan dari sistem keuangan global akibat operasi militer tersebut. Aturan ini tentu mempersulit perusahaan Barat untuk beroperasi di sana.
Juru bicara Starbucks mengatakan toko-toko akan tutup, perusahaan ini tidak memberikan rincian dampak keuangan dari keputusannya itu. Namun mereka mengatakan akan memberikan bantuan kepada para pekerjanya supaya mereka bisa beralih ke peluang baru di luar Starbucks.
Mereka akan terus membayar hampir 2.000 staf yang bekerja di toko-tokonya di Rusia selama enam bulan.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





