Harga Cabai di Tangerang Turun Jelang Ramadan, Bapanas Pastikan Pasokan Aman
Esha Tri Wahyuni | 17 Februari 2026, 20:44 WIB

AKURAT.CO Menjelang Ramadhan 1447 Hijriah atau Ramadhan 2026, harga cabai di Tangerang mulai menunjukkan tren penurunan.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan pasokan pangan di Pasar Induk Tanah Tinggi dan Pasar Anyar, Kota Tangerang, Banten, dalam kondisi relatif lancar dan stabil.
Kabar ini menjadi sorotan publik mengingat fluktuasi harga cabai rawit merah sempat menembus Rp120.000 per kilogram dalam beberapa hari terakhir.
Stabilitas harga pangan jelang Ramadhan 2026 menjadi kata kunci penting bagi masyarakat, terutama generasi muda dan keluarga urban yang sensitif terhadap kenaikan bahan pokok seperti cabai, bawang, beras, hingga daging.
Bapanas: Harga Cabai Mulai Melandai Seiring Pasokan Meningkat
Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan harga komoditas cabai di dua pasar utama Kota Tangerang mulai terkoreksi ke level yang lebih wajar.
Baca Juga: Harga Cabai Merah Tembus Rp80 Ribu per Kg Jelang Ramadan 2026, Bapanas: Bukan Karena Produksi Seret
Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menegaskan kondisi pasokan sudah membaik. “Untuk cabai memang sempat terkoreksi, tetapi kondisi sudah mulai membaik karena hujan mulai berkurang. Pasokan sudah mulai naik dan harga pun mulai melandai,” ujar Ketut di Tangerang, Selasa (17/2/2026).
Secara umum, ia memastikan distribusi pangan berjalan lancar dan harga dalam kondisi stabil menjelang bulan puasa.
Harga Cabai Rawit Turun dari Rp120 Ribu ke Rp75 Ribu per Kg
Pedagang mengakui adanya penurunan signifikan, terutama pada cabai rawit merah yang sebelumnya sempat berada di kisaran Rp110.000–Rp120.000 per kilogram. Iim, pedagang cabai di Pasar Induk Tanah Tinggi, mengatakan harga saat ini jauh lebih rendah dibandingkan beberapa hari lalu.
Sementara itu, cabai merah besar dan cabai merah keriting relatif stabil tanpa lonjakan berarti. “Dibandingkan harga beberapa hari lalu, harga saat ini turun. Sekarang saya jual di kisaran Rp75 ribu sampai Rp80 ribu per kg, sebelumnya Rp90 ribu lebih per kg,” kata Iim.
Harga Bawang, Telur, Daging hingga Minyakita Relatif Stabil
Selain cabai, harga bawang merah juga terpantau stabil dan bahkan masih berada di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP).
Tarlan, pedagang bawang di Pasar Induk Tanah Tinggi, menyebut pasokan dari Brebes berjalan lancar. “Pasokan dari Brebes aman. Saya bisa jual sekitar 20 karung per hari,” ujarnya.
Harga beli bawang merah berada di kisaran Rp31.000–Rp32.000 per kilogram dan dijual sekitar Rp45.000 per kilogram. Untuk bawang putih, harga grosir tercatat sekitar Rp32.000 per kilogram dan eceran Rp35.000–Rp37.000 per kilogram.
Komoditas protein hewani juga relatif stabil. Harga telur ayam ras berada di kisaran Rp30.000–Rp31.000 per kilogram. Daging sapi Rp135.000–Rp140.000 per kilogram, sedangkan daging ayam ras sekitar Rp40.000 per kilogram atau di bawahnya.
Minyak goreng merek Minyakita dijual sekitar Rp15.700 per liter sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Beras premium berada di kisaran Rp13.500–Rp13.700 per kilogram, sedangkan beras medium Rp14.900–Rp15.000 per kilogram.
Stok Beras Banten Dipastikan Aman Saat Puncak Ramadan
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten, Nasir, memastikan ketersediaan beras dalam kondisi cukup karena sejumlah sentra produksi sedang memasuki masa panen. “Beberapa kabupaten kami sedang panen, dan puncaknya di bulan Ramadan. Saya kira tidak ada masalah untuk pasokan beras di Banten,” kata Nasir.
Sentra produksi seperti Pandeglang disebut menjadi penopang utama suplai beras selama periode puasa hingga Idul Fitri.
Satgas Pangan Polri Awasi Penimbunan dan Kenaikan Harga Tak Wajar
Dari sisi pengawasan, Satgas Pangan Polri menegaskan komitmennya menjaga stabilitas harga pangan.
Brigjen Pol Zain Dwi Nugroho menyatakan pihaknya terus melakukan monitoring dan pendampingan. “Kita terus melakukan upaya-upaya imbauan kepada para pedagang untuk tetap menjual dengan harga sesuai dengan HET maupun HAP,” kata Zain.
Dirinya mengingatkan agar tidak ada penimbunan atau permainan harga yang memanfaatkan momentum Ramadhan.
Sementara itu, Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman menegaskan pengawasan tidak menyasar pedagang kecil, melainkan pelaku usaha besar di hulu. “Pengawasan fokus pada sumber distribusi besar, bukan pedagang kecil. Yang diperiksa adalah pabrik, distributor utama, dan rantai pasok hulunya,” tegas Amran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









