Pemerintah Percepat Hilirisasi Ayam Terintegrasi di Enam Daerah

AKURAT.CO Pemerintah Republik Indonesia mulai mengakselerasi program swasembada protein nasional melalui pengembangan hilirisasi ayam terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Program strategis ini diluncurkan serentak di enam daerah prioritas, salah satunya Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, dengan melibatkan BUMN pangan, koperasi, peternak, hingga UMKM lokal.
Langkah ini menjadi bagian penting dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus mengurangi ketergantungan impor Parent Stock (PS) yang selama ini menjadi tantangan struktural sektor peternakan nasional.
Dalam proyek ini, PTPN IV PalmCo mengambil peran strategis sebagai penyedia aset lahan siap guna untuk pengembangan kawasan peternakan modern terintegrasi.
Baca Juga: PTPN IV PalmCo Hadirkan Trauma Healing bagi Anak-anak Pengungsi Aceh Tamiang
Hilirisasi ayam terintegrasi dinilai tidak hanya memperkuat ketahanan pangan berbasis protein hewani, tetapi juga membuka peluang pemerataan ekonomi di luar Pulau Jawa, menekan inflasi pangan daerah, serta memperkuat ekonomi kerakyatan melalui skema kemitraan.
Pemerintah Perkuat Hilirisasi Ayam Terintegrasi di Enam Daerah
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, menegaskan bahwa pengembangan hilirisasi ayam terintegrasi bukan sekadar pembangunan fasilitas produksi, melainkan pembentukan ekosistem pangan yang berkelanjutan.
“Pemerintah memperkuat fondasi swasembada protein nasional melalui pengembangan hilirisasi ayam terintegrasi dari hulu hingga hilir di enam daerah. Langkah ini sangat krusial untuk mencegah kerugian ekonomi serta menjaga pasokan pangan asal ternak tetap aman dan stabil bagi masyarakat, sekaligus mendukung penuh kesuksesan program Makan Bergizi Gratis,” ujar Agung Suganda dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (9/2/2026).
Menurutnya, stabilitas pasokan protein hewani menjadi faktor kunci dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan risiko gejolak harga pangan di daerah.
Baca Juga: Produksi CPO PalmCo Tembus 2,7 Juta Ton, Produktivitas Ikut Naik
PTPN IV PalmCo Fokus Sediakan Aset Lahan Strategis
Menindaklanjuti kebijakan nasional tersebut, PTPN IV PalmCo mengambil peran penting dalam groundbreaking proyek hilirisasi ayam terintegrasi di Kabupaten Paser yang digelar beberapa waktu lalu.
Proyek ini berada dalam kerangka investasi nasional senilai USD7 miliar atau sekitar Rp117 triliun, yang dikoordinasikan oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).
Direktur Strategy & Sustainability PTPN IV PalmCo, Ugun Untaryo, menegaskan bahwa perusahaan tidak terlibat dalam pendanaan investasi, melainkan berfokus pada penyediaan aset lahan perkebunan yang strategis.
“Pemerintah, melalui induk kami Danantara, sangat suportif dari sisi pendanaan dengan skema investasi strategis yang melibatkan BUMN pangan. Posisi PTPN IV di sini adalah menyediakan aset lahan perkebunan kami yang strategis untuk dikonversi menjadi kawasan peternakan modern terintegrasi,” jelas Ugun.
Ugun menambahkan, model kolaborasi ini memungkinkan PTPN IV berkontribusi optimal tanpa membebani struktur keuangan perusahaan.
Kemitraan dengan BUMN Pangan, Koperasi, hingga UMKM
Dalam implementasinya, proyek hilirisasi ayam terintegrasi ini menggunakan skema kemitraan multipihak. PTPN IV menyediakan lahan, sementara operasional teknis dan keahlian on-farm dijalankan oleh mitra profesional.
BUMN pangan seperti ID FOOD (PT Berdikari) akan terlibat, bersama koperasi, peternak rakyat, serta UMKM lokal sebagai bagian dari rantai pasok.
Model ini dinilai mampu memperkuat ekosistem peternakan nasional sekaligus memastikan manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar.
Pusat Pembibitan Modern Targetkan 10 Juta DOC per Tahun
Di lokasi Paser, proyek difokuskan pada pembangunan fasilitas Parent Stock (PS) yang terdiri dari 14 kandang closed house berteknologi tinggi, dengan kapasitas total 140.000 ekor indukan ayam.
“Dari 140.000 ekor Parent Stock ini, target kami adalah memproduksi Day Old Chick (DOC) hingga 10 juta ekor per tahun. Kehadiran fasilitas ini sangat krusial untuk memutus ketergantungan pasokan dari Pulau Jawa, sehingga harga daging ayam di Kalimantan bisa lebih kompetitif dan inflasi daerah terkendali,” papar Ugun.
Produksi DOC lokal diharapkan mampu menciptakan rantai pasok yang lebih efisien sekaligus menurunkan biaya distribusi.
Pemda Paser Sambut Positif, Dorong Ketahanan Pangan Daerah
Pemerintah Kabupaten Paser menyambut positif penetapan wilayahnya sebagai salah satu sentra produksi protein nasional. Sekretaris Daerah Kabupaten Paser, Katsul Wijaya, menilai kesiapan lahan yang disiapkan PTPN IV menjadi faktor kunci kepercayaan pemerintah pusat.
“Penetapan lokasi ini sudah melalui pertimbangan matang pemerintah pusat, melihat kesiapan lahan melalui PTPN IV dan sinergi dengan program dinas perkebunan dan peternakan Paser yang sudah berjalan. Kami menyambut baik karena ini akan memperkuat ketersediaan telur dan daging untuk penanganan stunting serta menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat,” ujarnya.
Selain mengejar target produksi, proyek ini dirancang menciptakan multiplier effect ekonomi. Skala produksi hingga 10 juta DOC per tahun diproyeksikan menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah signifikan serta menggerakkan UMKM di sektor pakan, logistik, dan distribusi.
“Harapan pemerintah pusat agar terjadi pemerataan sentra produksi ayam dan telur di luar Jawa, hari ini mulai kita wujudkan dari tanah Paser,” tutup Ugun Untaryo.
Groundbreaking proyek ini turut disaksikan oleh sejumlah pejabat pusat dan daerah, termasuk Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Kementan I Ketut Wirata, Staf Ahli Gubernur Kaltim Arief Murdiyanto, Bupati Paser Fahmi Fadli, hingga jajaran DPRD Kalimantan Timur.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









