Menko Airlangga: RDMP Balikpapan Bikin RI Tak Impor Solar Lagi

AKURAT.CO Pemerintah menegaskan Indonesia resmi mencapai swasembada solar setelah Presiden Prabowo Subianto meresmikan Refinery Development Master Plan (RDMP) di Refinery Unit (RU) V Balikpapan, Kalimantan Timur.
Dengan beroperasinya kilang tersebut, kebutuhan solar nasional kini dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri tanpa impor.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan peresmian RDMP menjadi tonggak penting kemandirian energi nasional, khususnya untuk jenis bahan bakar solar yang selama ini masih bergantung pada pasokan luar negeri.
Baca Juga: Airlangga Pastikan Harga Minyak Tetap Stabil di Tengah Konflik AS-Venezuela
“Dengan diresmikannya RDMP kemarin oleh Bapak Presiden, maka kita tidak perlu impor solar lagi,” kata Airlangga dalam kegiatan Road to Jakarta Food Security Summit di Jakarta, Selasa (13/1/2026).
Menurut Airlangga, capaian ini tidak hanya berdampak pada ketahanan energi, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi signifikan melalui penghematan devisa. Pemerintah memperkirakan penghematan impor BBM bisa mencapai Rp68 triliun per tahun.
RDMP Balikpapan sendiri merupakan proyek kilang terbesar di Indonesia dengan total investasi setara Rp123 triliun. Kilang ini memiliki kapasitas pengolahan hingga 360 ribu barel minyak per hari atau sekitar 22–25% dari kebutuhan nasional.
Baca Juga: Menko Airlangga Ajak Masyarakat Maksimalkan Diskon Transportasi
Selain mengurangi impor, proyek ini juga berkontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional hingga Rp514 triliun. Airlangga menegaskan, pemerintah akan terus meningkatkan produksi energi lain guna memperkuat ketahanan energi dan menekan ketergantungan impor.
“Jadi kita sudah swasembada di bidang solar dan tentu akan terus ditingkatkan untuk energi lainnya,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









