Akurat

Proyek Biogas PalmCo Masuk 40 Indonesian Carbon Projects

Hefriday | 17 November 2025, 19:50 WIB
Proyek Biogas PalmCo Masuk 40 Indonesian Carbon Projects

AKURAT.CO Subholding PTPN IV PalmCo menjadi salah satu wakil sektor perkebunan yang hadir di Paviliun Indonesia pada Konferensi Perubahan Iklim PBB, COP30, yang berlangsung di Belém, Brasil.

Kehadiran perusahaan ini menandai peran strategis industri sawit dalam agenda dekarbonisasi nasional, terutama melalui pemanfaatan limbah sawit sebagai sumber energi terbarukan.

PalmCo memperkenalkan tiga proyek karbon yang masuk dalam daftar 40 Indonesian Carbon Projects. Salah satunya, Biogas Cofiring POME di Lubuk Dalam, telah menerima sertifikasi Sistem Perdagangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK). Dua proyek lain yaitu PLTBg Pasir Mandoge dan Biogas Cofiring Sei Tapung saat ini berada dalam proses sertifikasi.

Baca Juga: Buah Transformasi, Produksi PalmCo Naik 3,6 Persen di Kuartal III-2025

Ketiga proyek tersebut memanfaatkan limbah cair kelapa sawit (POME) untuk menghasilkan energi bersih yang dapat menurunkan emisi metana secara signifikan.

Selain menampilkan proyek, perwakilan PalmCo juga berpartisipasi sebagai pembicara dalam sesi Dialogue Session – Carbon Connection for Climate Action, yang mempertemukan pengembang proyek karbon Indonesia dengan calon pembeli internasional.

Dalam pembukaan COP30, Utusan Khusus Presiden RI untuk Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, menegaskan bahwa Indonesia berkomitmen mencapai Net Zero Emissions pada 2060 atau lebih cepat. Ia menekankan bahwa langkah-langkah penurunan emisi Indonesia kini didasarkan pada pendekatan ilmiah dan kolaborasi internasional.

Hashim juga menyoroti hadirnya dua regulasi baru: Perpres 109/2024 tentang Waste to Energy dan Perpres 110/2024 terkait Nilai Ekonomi Karbon yang menjadi payung pembentukan pasar karbon domestik.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa transisi energi harus dijalankan berdasarkan prinsip keadilan.

“Pembangunan rendah emisi harus membawa manfaat bagi semua pihak. COP30 adalah momentum untuk membuktikan bahwa pembangunan hijau dapat berjalan beriringan dengan pertumbuhan ekonomi,” ujarnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (17/11/2025).

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, juga menegaskan bahwa partisipasi PalmCo di COP30 merupakan bukti transformasi industri sawit menuju praktik yang lebih berkelanjutan.

Baca Juga: PalmCo Buka Program Magang Nasional 2025 Batch II untuk Lulusan Baru

“Industri sawit kerap menjadi sorotan global. Kami ingin menunjukkan bahwa melalui pengelolaan limbah yang mengedepankan circular economy, sawit dapat menjadi solusi bagi tantangan iklim,” kata Jatmiko.

PalmCo mengelola lebih dari 566.000 hektare perkebunan kelapa sawit dan 71 pabrik pengolahan. Dengan skala besar tersebut, kontribusi perusahaan terhadap pengurangan emisi dinilai memiliki dampak signifikan. Proyek Lubuk Dalam yang telah memperoleh sertifikasi SPE-GRK menjadi penanda bahwa inovasi dekarbonisasi sektor sawit mulai diakui secara internasional.

PalmCo juga memaparkan peta jalan dekarbonisasinya di COP30. Salah satu proyek terbesar adalah pembangunan fasilitas Compressed Bio Methane Gas (CBG) yang kini memasuki tahap konstruksi dan ditargetkan beroperasi penuh pada kuartal IV 2026.

Energi bersih dari fasilitas ini akan dipasok ke PT Pertagas Niaga melalui skema jual-beli jangka panjang berbasis Build–Own–Operate–Transfer.

Proyek tersebut menjadi bagian dari 47 inisiatif energi terbarukan PalmCo hingga 2030, termasuk pengembangan biogas, cofiring, biomassa, biodiesel, dan pembangunan PLTBg baru. Jika seluruh peta jalan terlaksana sesuai rencana, PalmCo menargetkan penurunan emisi hingga 1.067.760 ton CO₂e pada 2030, atau setara 54,46% dari skenario business as usual.

Paviliun Indonesia di COP30 mengusung tema “Accelerating Substantial Actions of Net Zero Achievement through Indonesia High Integrity Carbon”. PalmCo menjadi salah satu perusahaan yang ditunjuk untuk menampilkan proyek karbon berintegritas tinggi dari sektor perkebunan.

Pemanfaatan limbah POME sebagai sumber biogas telah terbukti secara internasional mampu menekan emisi metana dan menyediakan energi ramah lingkungan bagi masyarakat maupun industri.

Model ini sejalan dengan standar best available technology yang diterapkan negara-negara penghasil minyak nabati.

Kehadiran PalmCo menegaskan bahwa sektor sawit Indonesia kini mulai mengambil peran lebih besar dalam pasar karbon global tidak hanya sebagai produsen komoditas pangan dan energi, tetapi sebagai pengembang solusi mitigasi iklim.

Masuknya proyek-proyek PalmCo dalam daftar 40 Indonesian Carbon Projects menunjukkan bahwa dekarbonisasi di sektor sawit mulai bergerak dari inisiatif terpisah menjadi strategi berskala industri.

Akses pembiayaan karbon internasional pun membuka peluang modernisasi perkebunan sekaligus memperkuat daya saing sawit Indonesia di pasar global.

“Ini bukan sekadar capaian perusahaan, tetapi kontribusi kami terhadap posisi Indonesia dalam diplomasi iklim internasional,” ujar Jatmiko.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi