Akurat

Rapat Bareng Bahlil, Menkeu Tekankan Pentingnya Peran SKK Migas

Camelia Rosa | 28 Mei 2025, 12:10 WIB
Rapat Bareng Bahlil, Menkeu Tekankan Pentingnya Peran SKK Migas

AKURAT.CO Menteri Keuangan (Menkeu) menghadiri Rapat Koordinasi Komite Pengawas Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SK Migas) bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (27/5/2025).

Bendahara Negara mengakui bahwa situasi global saat ini memang menghadirkan tantangan luar biasa bagi sektor migas. Gejolak geopolitik dan melemahnya permintaan minyak mentah secara global menyebabkan harga minyak mentah dunia terkontraksi.

Sehingga menurutnya, peran SKK Migas menjadi sangat krusial dalam kondisi saat ini. Penguatan tata kelola, kewaspadaan terhadap risiko, dan langkah mitigasi yang tepat harus terus diperkuat.

Baca Juga: Sri Mulyani Sambangi Kantor Bahlil, Singgung Ini

"Di tengah tantangan moderasi harga, saya juga berharap SKK Migas dapat mengakselerasi strategi dalam meningkatkan lifting migas dan melakukan efisiensi biaya produksi untuk menjaga stabilitas penerimaan SDA Migas," jelasnya melalui unggahan di instagram pribadinya @smindrawati , dikutip Akurat.co, Rabu (28/5/2025).

Apalagi penerimaan SDA Migas masih menjadi salah satu penopang penting APBN.

"Oleh karenanya, menjaga efektivitas dan efisiensi pengelolaan kegiatan usaha hulu migas adalah bagian dari upaya menjaga APBN tetap resilien," tutup Menkeu.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil mengungkapkan, kehadiran Sri Mulyani dalam rangka menghadiri Rapat Dewan Pengawas (Dewas) SKK Migas.

Adapun, Sri Mulyani memang memiliki posisi ex officio di SKK Migas. Jabatan ini melekat pada posisi Menkeu sebagai bendahara negara, dan tidak mendapatkan gaji atau honorarium tambahan.

Baca Juga: RI Kecanduan Impor BBM dari Singapura, Bahlil: Lucu

Bahlil menyebutkan, realisasi lifting minyak kuartal pertama 2025 tercatat sebesar 580 ribu barel per hari (bph) atau 96 persen dari target APBN yang tercatat 605 ribu bph.

"Tadi kita rapat dewan pengawas SKK Migas. Kita bahas evaluasi kinerja 2025 di kuartal pertama,karena target lifting kita kan 600 ribu barel dan sekarang sudah 580 ribu barel," jelasnya.

Bahlil menambahkan, untuk realisasi lifting gas hingga kuartal pertama 2025 sudah mencapai 120 persen dari target. "Jadi Insyallah doain ya tahun 2025 target APBN Insyaallah tercapai," tutup Bahlil.

Sebagai informasi, berdasarkan data Kementerian Keuangan, hingga Maret 2025, realisasi lifting minyak tercatat sebesar 573.900 bph, atau sekitar 94,85% dari target tahun ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.