Akurat Logo

Perkuat Narasi Jelang Pemilu 2029, Anis Matta Minta Kader Gelora Tidak Berkecil Hati

Moehamad Dheny Permana | 4 Oktober 2026, 13:49 WIB
Perkuat Narasi Jelang Pemilu 2029, Anis Matta Minta Kader Gelora Tidak Berkecil Hati
Ketum Partai Gelora Indonesia, Anis Matta, menyebut masyarakat tidak boleh ditempatkan hanya sebagai pengikut, tetapi juga pelaku perubahan. - Foto: Gelora TV

AKURAT.CO Seluruh pengurus dan kader Partai Gelora Indonesia diminta membangun dan memperkuat narasi yang mampu menghubungkan kehidupan masyarakat dengan perjuangan politik.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Partai Gelora Indonesia, Anis Matta, dalam Rapat Koordinasi dan Bimbingan Teknis Nasional Desk Rekrutmen Anggota Partai Gelora di Jakarta, Sabtu (3/10/2026) malam.

Kegiatan ini digelar sebagai langkah strategis memperkuat basis massa dan struktur partai di penjuru Tanah Air.

Menurut Anis, kekuatan utama partai bukan semata-mata pada jumlah sumber daya, melainkan kemampuan membangun cerita yang membuat masyarakat merasa memiliki kepentingan langsung untuk bergabung dan bergerak bersama.

"Semua bermula dari cerita. Yang membuat orang bergabung dengan Partai Gelora kalau kita bisa menjawab dan membuat satu cerita bahwa ini tentang hidupnya dia, bukan tentang kita," katanya.

Baca Juga: Partai Gelora: Sudahi Pro-Kontra, Saatnya Indonesia Percepat Pengembangan Energi Nuklir

Anis menilai narasi besar tentang ancaman krisis global yang selama ini disampaikan Gelora perlu diturunkan menjadi cerita yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.

Sebab, isu besar seperti krisis global dan perubahan geopolitik sering kali terasa abstrak bagi masyarakat yang setiap hari masih berhadapan dengan persoalan ekonomi dan kehidupan sehari-hari.

"Sekarang waktunya kita menurunkan narasi besar menjadi sebuah cerita," katanya.

Anis meminta kader tidak minder hanya karena Gelora merupakan partai yang relatif baru dan memiliki sumber daya lebih kecil dibanding partai-partai besar. Ia justru berharap kader mencari cara sendiri untuk memenangkan pertarungan politik.

"Bagi partai yang kecil seperti kita ini, kemampuan terbesar yang dibutuhkan adalah political engineering," ujarnya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.