Budiman Sudjatmiko Ungkap Kronologi Ricuh Diskusi di UGM, Ada Lemparan Botol hingga Upaya Pemukulan

AKURAT.CO Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko, mengungkap kronologi memanasnya diskusi yang menghadirkan sejumlah pejabat pemerintah di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.
Budiman mengaku sempat menjadi sasaran intimidasi sebelum akhirnya dievakuasi dari lokasi acara oleh petugas keamanan dan tim protokoler.
Menurut Budiman, kericuhan bermula ketika sekelompok mahasiswa memasuki area diskusi dan mengepung panggung tempat dirinya, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid, serta Wakil Menteri Pertanian Sudaryono berada.
Ia mengatakan kelompok mahasiswa tersebut meminta para pejabat meninggalkan ruangan dan melontarkan berbagai kritik serta tuduhan terhadap pemerintah.
"Intinya mereka meminta kami keluar dari ruangan karena dianggap mengkhianati reformasi, berbohong, mengeluarkan data yang salah, tidak membela rakyat miskin, hidup berfoya-foya, dan berbagai tuduhan lainnya. Mereka juga menyampaikan kata-kata kasar kepada kami, Presiden, dan seluruh kabinet," kata Budiman dalam video yang diunggah akun Instagram @totalpolitikcom, Selasa (16/6/2026).
Budiman mengaku sempat mencoba merespons tuduhan yang ditujukan kepadanya. Namun situasi terus memanas hingga terjadi aksi pelemparan botol plastik ke arah panggung.
"Saya bertanya apakah mereka bisa membuktikan tuduhan bahwa saya berfoya-foya atau tidak peduli kepada rakyat miskin. Saya merasa masih sama seperti dulu, hanya saja sekarang berada di pemerintahan dan menjalankan tugas untuk membantu masyarakat. Namun penjelasan itu tidak diterima dan kemudian mulai terjadi pelemparan botol plastik," ujarnya.
Baca Juga: Ratusan Kepsek di Sulsel Berencana Mundur, Tata Kelola Dana BOS Jadi Sorotan
Ia juga mengungkap adanya dugaan upaya pemukulan yang berhasil dihalangi oleh ajudannya.
"Ada yang hendak memukulkan sesuatu kepada saya. Ajudan saya menghalangi sehingga benda tersebut justru mengenai kepalanya," katanya.
Melihat kondisi yang semakin tidak kondusif, pihak keamanan kampus bersama tim protokoler kementerian kemudian mengevakuasi Budiman keluar dari lokasi acara.
"Menghadapi situasi seperti itu, pihak keamanan kampus dan protokoler kementerian membawa saya keluar dari ruangan dan mengarahkan ke sisi kiri panggung," ujarnya.
Budiman mengaku sempat terpisah dari Nusron Wahid dan Sudaryono saat proses evakuasi. Belakangan ia mengetahui kedua pejabat tersebut juga dievakuasi melalui jalur berbeda.
Meski mengalami insiden tersebut, Budiman menegaskan tetap menghormati hak mahasiswa untuk menyampaikan kritik terhadap pemerintah.
Namun ia berharap penyampaian aspirasi dilakukan melalui dialog yang terbuka dan beradab.
"Kami berharap sikap kritis mahasiswa disampaikan secara cerdas dan tajam. Silakan menyampaikan aspirasi dan berdemo, tetapi jangan merusak dan tetap menjaga ruang dialog. Kita ingin mencari solusi, bukan mencari keributan," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 2Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 3Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 4ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 5Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 6Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 7Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 8Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 9Prabowo Pimpin Sidang DEN di Istana, Instruksikan Persiapan E50 untuk Perkuat Kemandirian Energi
- 10Terungkap di Sidang Korupsi Kuota Haji: Anak Buah Bos Maktour Setor USD10 Ribu ke Pejabat Kemenag








