Qodari: Amien Rais Terjebak Hoaks, Isu Seskab Teddy Berasal dari Konten Medsos Manipulatif

AKURAT.CO Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, mengingatkan, siapa pun, termasuk tokoh publik, dapat terpapar informasi yang tidak terverifikasi atau hoaks.
Karena itu, kehati-hatian dalam menyaring konten di media sosial menjadi sangat penting di era digital.
Pernyataan tersebut disampaikan Qodari menanggapi pernyataan politisi senior Amien Rais terkait isu yang menyeret Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Ia menilai tudingan tersebut bersumber dari konten media sosial yang tidak valid dan bersifat manipulatif.
“Kalau saya prihatin ya, setelah melihat video Pak Amien Rais itu, prihatinnya itu adalah Pak Amien Rais sebagai tokoh, sebagai akademisi, sebagai profesor doktor, telah menjadi korban dari hoaks,” ujar Qodari di Jakarta, Sabtu (2/5/2026).
Qodari menjelaskan, tuduhan terhadap Teddy bermula dari kesalahpahaman terhadap sebuah video yang beredar di media sosial.
Video tersebut memuat lagu berjudul “Aku Bukan Teddy” yang kemudian ditafsirkan secara keliru sebagai pernyataan autentik.
Baca Juga: Update Pembunuhan Lansia di Pekanbaru: 4 Pelaku Termasuk Orang Dekat Berhasil Ditangkap!
“Karena dasar penilaian atau tudingan bahwa Pak Seskab, Pak Teddy adalah gay, itu adalah sebuah akun yang di dalamnya berisi lagu berjudul ‘Aku Bukan Teddy’, yang dianggap oleh Pak Amien Rais bahwa yang menyanyi itu adalah Ibu Titiek,” jelasnya.
Ia menegaskan, konten tersebut tidak bisa dijadikan rujukan karena tidak autentik.
Penyanyi dalam video itu bukan Titiek Soeharto, sementara visual yang ditampilkan hanyalah kolase dari berbagai sumber yang tidak berkaitan langsung dengan isi lagu.
Lebih lanjut, Qodari menyebut video tersebut bahkan telah mencantumkan keterangan sebagai konten hiburan, bukan fakta.
Hal ini, menurutnya, menjadi bukti pentingnya verifikasi sebelum mempercayai informasi yang beredar.
Ia juga menilai kasus ini menjadi contoh nyata bahaya penyebaran hoaks di era media sosial, termasuk yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI), yang mampu menyesatkan siapa saja tanpa terkecuali.
“Jadi ini contoh dari bahaya hoaks dalam medsos, bagaimana seorang tokoh sepintar, sesenior seperti Pak Amien Rais itu bisa menjadi korban hoaks. Jadi statement dari Pak Amien Rais tentang Pak Teddy itu dasarnya hoaks,” tegasnya.
Qodari pun mengimbau masyarakat untuk lebih kritis dan tidak mudah mempercayai informasi tanpa melakukan pengecekan terlebih dahulu, guna mencegah penyebaran hoaks yang dapat merugikan banyak pihak.
Baca Juga: Mensos: Komitmen Presiden Prabowo untuk Buruh Nyata, Perlindungan Sosial Tembus Rp500 Triliun
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 7Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 8Kalender Jawa 23 September 2026: Watak Weton Rabu Pon Dikenal Cerdas dan Mudah Bergaul
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK








