Mensos: Komitmen Presiden Prabowo untuk Buruh Nyata, Perlindungan Sosial Tembus Rp500 Triliun

AKURAT.CO Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menegaskan, perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap buruh dan masyarakat berpenghasilan rendah tidak sekadar simbolik, melainkan diwujudkan melalui kebijakan perlindungan sosial berskala besar.
Pernyataan itu disampaikan Gus Ipul menanggapi pidato Presiden dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day), yang menegaskan komitmen pemerintah dalam menyalurkan perlindungan sosial hingga mencapai sekitar Rp500 triliun.
Menurutnya, angka tersebut mencerminkan keseriusan negara dalam menjaga kesejahteraan kelompok rentan, termasuk buruh dan keluarganya.
“Perlindungan sosial yang disampaikan Presiden bukan hanya pernyataan, tapi benar-benar dijalankan melalui berbagai program konkret,” ujar Gus Ipul, Sabtu (2/5/2026).
Gus Ipul menjelaskan, dari total anggaran perlindungan sosial nasional, lebih dari Rp122 triliun dikelola oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia pada 2026.
Anggaran tersebut dialokasikan untuk sejumlah program bantuan, seperti bantuan sembako, Program Keluarga Harapan (PKH), Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI), hingga dukungan iuran jaminan kesehatan melalui skema Penerima Bantuan Iuran (PBI).
“Anggaran itu digunakan untuk berbagai bansos, mulai dari sembako, PKH, ATENSI, hingga PBI,” jelasnya.
Baca Juga: Megawati Soroti Sidang Kasus Air Keras di Pengadilan Militer: Ini kok Terasa Janggal
Ia menambahkan, keluarga buruh dan pekerja formal juga menjadi bagian besar dari penerima manfaat program perlindungan sosial tersebut.
Data Kemensos mencatat sekitar 4,1 juta keluarga buruh/karyawan menerima bantuan sosial.
Sementara itu, lebih dari 8,1 juta pekerja juga mendapatkan fasilitas PBI, sehingga iuran jaminan kesehatannya ditanggung pemerintah.
“Ini menunjukkan bahwa perlindungan sosial benar-benar menyasar langsung buruh dan keluarganya,” kata Gus Ipul.
Gus Ipul juga mengungkapkan bahwa realisasi anggaran perlindungan sosial pada tahun sebelumnya bahkan lebih besar dari pagu awal.
Hal itu terjadi karena adanya kebijakan perluasan dan penebalan bantuan sosial atas arahan Presiden.
“Tahun lalu realisasinya meningkat, dengan tambahan lebih dari Rp30 triliun untuk memperluas jangkauan bansos,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa perlindungan sosial tidak hanya dimaknai sebagai bantuan semata, tetapi juga instrumen penting untuk menjaga daya beli masyarakat, mengurangi beban hidup, serta memastikan kelompok rentan tidak tertinggal.
“Ini adalah bentuk kehadiran negara untuk melindungi buruh, pekerja, dan masyarakat berpenghasilan rendah agar tetap bertahan di tengah tantangan ekonomi,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 2Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 3Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 4Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 5Prediksi Skor LASK Linz vs Slovan Bratislava 4 November 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Pertandingan Galatasaray vs Stuttgart 4 November 2026: Skor, Starting XI, dan Jadwal
- 7Prediksi Skor Atletico Madrid vs Bayern Munchen 4 November 2026: Los Rojiblancos Diunggulkan
- 8Kisi-Kisi dan Contoh Soal Matematika Wajib TKA SMA 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban
- 9Pemerintah Tegaskan Perekonomian Indonesia Masih Positif Jelang Akhir Tahun
- 10Ketua KPK Ingatkan Nusron Wahid Penuhi Panggilan Penyidik Tanpa Harus Dijemput Paksa









