Prabowo Masih Terkuat Menuju 2029, Pengamat: Tantangan Terbesar Ada di Sosok Cawapres

AKURAT.CO Peta politik menuju Pemilihan Umum (Pemilu) 2029 mulai mengemuka dan menjadi perhatian berbagai kalangan.
Bahkan, wacana dukungan agar Presiden Prabowo Subianto maju untuk periode kedua mulai terdengar di ruang publik.
Analis komunikasi politik Hendri Satrio menilai, hingga saat ini posisi Prabowo masih sangat dominan dan belum terlihat figur yang benar-benar sepadan untuk menantangnya.
Pria yang akrab disapa Hensa itu menilai Prabowo masih diterima luas oleh masyarakat, terutama berkat sejumlah program yang mendapat respons positif.
“Prabowo sampai hari ini masih diterima dengan baik. Program-program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) juga masih disukai oleh masyarakat,” ujar Hensa kepada wartawan, Sabtu (7/2/2026).
Founder Lembaga Survei KedaiKOPI tersebut menjelaskan, kuatnya posisi Prabowo dipengaruhi dua faktor utama.
Selain kinerja pemerintah yang relatif mendapat apresiasi publik, mesin politik oposisi dinilai belum bergerak signifikan.
Bahkan, partai sebesar PDI Perjuangan (PDIP) disebut belum menunjukkan sinyal kuat akan memunculkan tokoh penantang dalam waktu dekat.
“Bahkan oposisi seperti PDIP, sejauh ini belum ada geliat untuk mengeluarkan jagoannya,” tambahnya.
Baca Juga: Fujiyoshida Jepang Batalkan Festival Bunga Sakura karena Lonjakan dan Ulah Wisatawan
Dengan kondisi tersebut, Hensa menilai pembahasan paling menarik menjelang 2029 bukan lagi soal siapa lawan Prabowo, melainkan siapa yang akan mendampinginya sebagai calon wakil presiden.
Ia memprediksi terdapat tiga kategori sosok yang berpotensi dipilih, yakni kader internal Partai Gerindra, tokoh non-partai, atau figur yang tidak memiliki ambisi menjadi calon presiden.
Menurut Hensa, Prabowo perlu berhati-hati dalam menentukan pendamping agar tidak justru memberikan panggung politik bagi partai lain di dalam koalisi.
“Pak Prabowo akan rugi kalau memilih calon wakil presiden dari partai lain, karena itu sama saja memberikan panggung bagi partai tersebut untuk bersinar,” jelasnya.
Lebih jauh, Hensa menekankan pentingnya wakil presiden yang fokus membantu kerja pemerintahan, bukan sibuk membangun citra pribadi. Ia pun menyinggung posisi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Menurutnya, ambisi politik ke depan perlu menjadi pertimbangan serius bagi Prabowo dalam menentukan pendamping.
“Kalau wakil presiden berambisi menjadi capres, dia akan sibuk mencari panggung dan tidak fokus membantu kerja presiden. Kalau Gibran berambisi maju sebagai capres 2034, sebaiknya Prabowo tidak memilihnya,” pungkas Hensa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Prabowo Instruksikan Percepatan Pembangunan 100 Kampung Nelayan, Target Beroperasi Akhir Tahun
- 10Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara









