Akurat

Panen Raya di Karawang, Prabowo Curhat Dituduh Mau Jadi Diktator dan Merancang Kudeta

Paskalis Rubedanto | 7 Januari 2026, 15:29 WIB
Panen Raya di Karawang, Prabowo Curhat Dituduh Mau Jadi Diktator dan Merancang Kudeta

AKURAT.CO Presiden RI Prabowo Subianto rupanya masih kesal dengan tuduhan yang menyebut dirinya ingin menjadi diktator dan melakukan kudeta.

Bantahan itu disampaikan saat menghadiri Panen Raya sekaligus pengumuman swasembada pangan di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan perjuangannya selama ini dilandasi rasa keadilan dan kegelisahan melihat kekayaan Indonesia yang belum dinikmati secara merata oleh rakyat.

“Saya tidak dapat menerima di akal sehat saya dan di hati saya bagaimana negara yang begini makmur, tetapi kekayaannya kurang dinikmati oleh sebagian besar rakyat Indonesia,” ujar Prabowo.

Ia juga menyoroti ketergantungan Indonesia terhadap impor pangan yang dinilainya bertentangan dengan besarnya potensi sumber daya alam nasional.

“Bagaimana bisa negara yang begitu besar, tanahnya subur dan kaya, tetapi tergantung bangsa lain untuk pangan kita. Tidak masuk di hati saya, tidak masuk di akal saya,” katanya.

Prabowo mengakui dirinya bukan akademisi bergelar tinggi.

Namun, ia menegaskan memiliki kepekaan untuk membedakan yang adil dan tidak adil, serta yang masuk akal dan tidak masuk akal.

Baca Juga: Cara Mudah Membagi Layar Laptop Windows Menjadi Dua untuk Multitasking

“Saya memang bukan orang pintar, tidak punya gelar profesor, tetapi saya bisa melihat yang benar dan tidak benar. Karena itu saya berjuang terus,” ujarnya.

Ia kemudian menyinggung tudingan yang kerap diarahkan kepadanya, lalu menegaskan sumpah setianya sejak muda sebagai prajurit TNI yang lahir dari rakyat.

“Saya dituduh mau jadi diktator, dituduh mau berkuasa, dituduh mau kudeta. Padahal sejak muda saya bersumpah sebagai prajurit TNI, tentara rakyat yang lahir dari rakyat,” tegasnya.

Prabowo juga mengingatkan sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia yang bertumpu pada dukungan rakyat, terutama para petani.

“Saat perang kemerdekaan, belum ada anggaran negara, belum ada pajak. Yang membiayai dan memberi makan pejuang adalah rakyat Indonesia,” katanya.

Menurut Prabowo, peran petani memiliki posisi strategis dalam sejarah dan masa depan bangsa.

“Kita tidak akan merdeka tanpa jasa para petani Indonesia,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.