Figur Diaspora Muda Masuk Bursa Pengganti Menpora

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle Kabinet Merah Putih pada Senin (8/9/2025). Perombakan itu meninggalkan kursi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) kosong setelah ditinggalkan Dito Ariotedjo.
Hingga kini, Prabowo belum menetapkan pengganti, memunculkan spekulasi tentang siapa yang akan menempati posisi strategis tersebut.
Sejumlah nama mulai diperbincangkan. Sempat muncul kabar influencer Raffi Ahmad masuk dalam radar kandidat.
Namun belakangan, perhatian publik tertuju pada James Karnadi, sosok muda dengan rekam jejak internasional, jejaring diaspora, dan visi segar untuk memimpin Kemenpora.
James Karnadi menempuh pendidikan tinggi di Amerika Serikat dengan fokus pada kewirausahaan, inovasi, dan manajemen.
Latar belakang akademis ini tidak hanya memperluas jejaring internasionalnya, tetapi juga memberinya pemahaman mengenai diplomasi publik dan kebijakan luar negeri.
"Saya meyakini, pemuda Indonesia harus memiliki daya saing global agar dapat berperan aktif di percaturan internasional," ujar James, dikutip pada Minggu (14/9/2025).
Sebelum menekuni dunia usaha, James pernah berkarier di Kementerian BUMN, Kantor Staf Presiden (KSP), serta menangani Government Project Management di LinkAja, fintech milik BUMN.
Baca Juga: Sebelum Gugat Cerai, Dahlia Poland Minggat Enggak Bawa Anak-anak
Pengalaman tersebut membekalinya dengan pemahaman tentang tata kelola pemerintahan, birokrasi, hingga transformasi digital, modal penting bagi Menpora yang dihadapkan pada tantangan globalisasi dan diplomasi olahraga.
Di sektor profesional, James dikenal aktif mendorong inovasi teknologi. Ia menjabat Direktur INNOV8 Techno Farm, CEO PT Aman Corpora Group Indonesia, serta terlibat dalam pengembangan teknologi pengenalan wajah di PT Solusi Pakai Muka.
Kemampuannya mengintegrasikan teknologi modern dipandang relevan untuk pembinaan atlet, digitalisasi ekosistem olahraga, dan penguatan basis data kepemudaan.
Selain kiprah profesional, James juga aktif dalam organisasi strategis. Ia menjabat Wakil Ketua Komite Bidang Industri dan Pertahanan Kadin Indonesia, Ketua Umum Anak Muda Amankan Nusantara (AMAN), serta pengurus Bappilu DPP Partai Golkar.
Sejak 2018, ia turut menggagas gerakan kepemudaan seperti Indonesia Civic Youth dan PERMIAS (Persatuan Mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat) yang fokus pada penguatan jejaring diaspora.
Bagi James, diaspora bukan sekadar aset ekonomi, tetapi juga kekuatan diplomasi yang dapat meningkatkan posisi Indonesia di kancah global, terutama dalam diplomasi olahraga dan pertukaran pemuda.
James membawa filosofi kepemimpinan yang menekankan kolaborasi lintas sektor, inovasi, dan pemberdayaan generasi muda. Ia memandang pemuda sebagai motor transformasi bangsa, baik di bidang olahraga, pendidikan, kewirausahaan, maupun diplomasi.
Baca Juga: Menko Yusril: Usulan Tim Investigasi Demo Masih Tunggu Keputusan Presiden
"Kebijakan kepemudaan harus terhubung dengan strategi luar negeri agar generasi muda bisa tampil sebagai duta bangsa di berbagai forum internasional," kata dia.
Dengan kombinasi pendidikan global, pengalaman profesional, keterlibatan diaspora, dan pemahaman kebijakan luar negeri, James Karnadi dinilai sebagai figur visioner.
James berpotensi menghadirkan perspektif baru dalam menghubungkan kebijakan kepemudaan, olahraga, dan diplomasi global untuk menjawab tantangan era modern.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










