Perbedaan Politik Praktis dan Politik Kebangsaan, Ini Penjelasan dan Contohnya

AKURAT.CO Politik menjadi bagian yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan masyarakat.
Di Indonesia, pembahasan mengenai politik sudah menjadi konsumsi umum, terutama ketika menyangkut kebijakan negara maupun dinamika pemerintahan.
Namun, ada dua istilah yang kerap muncul dan sering disalahartikan yakni politik praktis dan politik kebangsaan.
Meski sama-sama berhubungan dengan kehidupan bernegara, keduanya memiliki perbedaan yang cukup mendasar.
Baca Juga: Politik Balas Jasa, Kebijakan Kolonial yang Tak Sengaja Menyulut Nasionalisme
Politik Praktis: Fokus pada Kepentingan Kelompok
Menurut Prof. Dr. Miriam Budiardjo dalam buku Dasar-Dasar Ilmu Politik (2008), politik pada dasarnya adalah kegiatan dalam sistem politik untuk menentukan tujuan bersama.
Dari pengertian tersebut, politik praktis lebih mengarah pada aktivitas yang berkaitan dengan perebutan dan pembagian kekuasaan.
Biasanya, politik praktis dijalankan oleh partai politik, kelompok tertentu maupun individu demi mendapatkan dukungan, kursi jabatan, atau kekuasaan.
Contoh politik praktis di Indonesia.
● Kampanye pemilu oleh partai politik.
● Persaingan antarcalon legislatif atau kepala daerah.
● Lobi politik untuk posisi strategis di pemerintahan.
Baca Juga: Politik Identitas: Antara Ruang Aspirasi dan Ancaman Polarisasi
Politik Kebangsaan: Mengutamakan Kepentingan Negara
Berbeda dengan politik praktis, politik kebangsaan lebih menekankan pada kepentingan bangsa secara menyeluruh.
Politik ini berorientasi pada persatuan, kesejahteraan rakyat dan keadilan sosial.
Landasan politik kebangsaan tercermin dalam Pembukaan UUD 1945, terutama pada tujuan nasional untuk melindungi segenap bangsa, mencerdaskan kehidupan bangsa serta memajukan kesejahteraan umum.
Contoh politik kebangsaan
● Program pemerintah dalam pembangunan infrastruktur nasional.
● Kebijakan peningkatan akses pendidikan dan kesehatan.
● Upaya menjaga persatuan bangsa di tengah perbedaan.
Baca Juga: Sejarah, Arti, dan Contoh Politik Gentong Babi di Indonesia
Kesimpulan
Baik politik praktis maupun politik kebangsaan memiliki perannya masing-masing.
Politik praktis menjadi bagian dari dinamika demokrasi, sementara politik kebangsaan harus menjadi acuan agar setiap kebijakan tetap berorientasi pada kepentingan rakyat secara luas.
Laporan: Nadira Maia Arziki/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai






