Indonesia Dorong ASEAN dan Uni Eropa Jalin Kemitraan yang Setara dan Bebas Diskriminasi

AKURAT.CO Pemerintah Indonesia menekankan pentingnya membangun kemitraan yang setara, adil, dan inklusif antara ASEAN dan Uni Eropa (UE) guna memaksimalkan potensi strategis kedua kawasan.
Hal tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, dalam ASEAN-EU Post Ministerial Conference yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat (11/7/2025).
Dalam pertemuan tersebut, Sugiono mengapresiasi kemajuan negosiasi Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) antara Uni Eropa dan sejumlah negara anggota ASEAN, termasuk Indonesia.
Ia menyebut kerja sama ekonomi harus terus dikembangkan sebagai pilar penting kemitraan strategis ASEAN–UE.
Namun, Sugiono mengingatkan bahwa langkah-langkah sepihak yang merugikan hanya akan mencederai semangat kemitraan tersebut.
“Potensi besar ekonomi ASEAN-UE hanya dapat diwujudkan melalui kebijakan yang saling menguntungkan dan tidak diskriminatif,” tegasnya.
Baca Juga: Agung Sedayu dan Salim Group Tanam 4.000 Trembesi, Wujud Nyata Komitmen Lingkungan di PIK 2
Selain perdagangan, Sugiono juga menyoroti penguatan kerja sama di sektor pembangunan berkelanjutan dan transisi energi bersih.
Ia mendorong keberlanjutan dialog melalui forum-forum seperti Joint Working Group on Palm Oil, Comprehensive Air Transport Agreement, serta penguatan kerja sama Indo-Pasifik.
Lebih jauh, Menlu Sugiono menekankan pentingnya stabilitas global untuk mendukung keberhasilan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi.
Ia mengajak negara-negara mitra untuk bersama-sama menciptakan tatanan dunia yang damai dan berkeadilan.
“Sebagai dua organisasi kawasan yang paling berhasil di dunia, kita harus terus saling memahami dan bekerja sama untuk menciptakan dunia yang damai, adil, dan sejahtera,” tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










