Akurat

Presiden AS Donald Trump Hubungi Prabowo, Ini yang Dibahas

Atikah Umiyani | 13 Juni 2025, 14:31 WIB
Presiden AS Donald Trump Hubungi Prabowo, Ini yang Dibahas

AKURAT.CO Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima panggilan telepon dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Kamis malam (12/6/2025).

Dalam pembicaraan yang berlangsung sekitar 15 menit, Prabowo dan Donald Trump saling bertukar kabar serta membahas perkembangan terkini di masing-masing negara.

Menurut keterangan resmi dari Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, komunikasi tersebut berlangsung hangat dan penuh rasa saling menghormati.

“Kedua pemimpin saling menanyakan kabar serta perkembangan terkini, baik di Amerika maupun di Indonesia,” ujar Teddy dalam keterangannya, Jumat (13/6/2025).

Dalam percakapan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan ucapan selamat kepada Donald Trump atas terpilihnya kembali sebagai Presiden Amerika Serikat.

Sebaliknya, Presiden Trump juga menyampaikan ucapan selamat kepada Prabowo atas keberhasilannya menjadi Presiden ke-8 Republik Indonesia.

Baca Juga: Sinopsis Film GJLS: Ibuku Ibu-Ibu, Komedi Segar yang Siap Bikin Kamu Ngakak di Bioskop!

“Presiden Prabowo menyampaikan selamat kepada Presiden Trump atas kemenangannya, dan begitu pula Presiden Trump yang mengucapkan selamat kepada Prabowo,” ungkap Teddy.

Dalam percakapan yang bersifat strategis tersebut, Prabowo dan Donald Trump juga membahas masa depan hubungan bilateral kedua negara.

Keduanya sepakat untuk memperkuat kerja sama Indonesia–Amerika Serikat di berbagai bidang, termasuk ekonomi, pertahanan, dan stabilitas kawasan.

“Sebagai pemimpin dua negara besar, keduanya sepakat untuk terus meningkatkan kerja sama Indonesia dan Amerika Serikat serta menegaskan pentingnya stabilitas dan perdamaian global,” jelas Teddy.

Ini bukan kali pertama Prabowo dan Donald Trump menjalin komunikasi langsung. Keduanya pernah berbincang melalui sambungan telepon pada 11 November 2024, sesaat setelah hasil sementara Pilpres AS menunjukkan kemenangan Trump.

Hubungan personal yang akrab ini diyakini menjadi modal penting dalam memperkuat kemitraan strategis kedua negara.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.