Gerindra Terima Dana Parpol Rp20 Miliar dari Kemendagri: Partai Kami Paling Terbuka

AKURAT.CO Partai Gerindra menerima bantuan keuangan partai politik dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), senilai lebih dari Rp20 miliar untuk tahun anggaran 2025.
Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani, menegaskan partainya berkomitmen menjaga akuntabilitas dan transparansi dalam penggunaan dana tersebut.
Penyerahan ini dilakukan langsung oleh Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Bahtiar Baharuddin, bersama jajaran.
"Yang kedua, hari ini kami akan menerima bantuan yang menurut kami sangat besar, nilainya Rp20.071.345.000. Bagi kami, Pak Bakhtiar, ini nilai yang teramat besar," ujar Muzani saat acara penyerahan bantuan keuangan parpol di DPP Partai Gerindra. Jakarta, Rabu (21/5/2025).
Baca Juga: Gerindra Buka Klinik Modular Gratis, Pedagang Pasar Cengkareng Bisa Akses Kesehatan Tanpa Biaya
Meski nilai bantuan dinilai besar, Muzani mengakui dana tersebut belum mencukupi seluruh kebutuhan kegiatan partai untuk jangka panjang. Menurutnya, dukungan pemerintah tetap sangat membantu dalam menjalankan aktivitas operasional dan pendidikan politik.
"Meskipun kami tahu bahwa nilai itu belum juga cukup untuk menjadi kegiatan partai kami dalam tahun-tahun mendatang, tapi kami tersupport dengan bantuan dalam hal kegiatan operasional partai," ucapnya.
Untuk tahun anggaran sebelumnya, Muzani merinci, Partai Gerindra menerima dana Rp18,2 miliar. Dari total tersebut, sekitar 88 persen digunakan untuk kegiatan pendidikan politik dan sisanya untuk operasional.
"Tahun 2024 kami mendapatkan Rp18.213.965.500. Dari anggaran tersebut, yang kami sudah kerjakan untuk mempertanggungjawabkan Rp16.051.586.740 atau sama dengan 88,13 persen, kami gunakan untuk pendidikan politik, dan sisanya Rp2.162.378.760 atau sama dengan 11,87 persen, kami gunakan untuk operasional," paparnya.
Dia juga menyampaikan, laporan keuangan Partai Gerindra telah diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan mendapatkan predikat tertinggi. "Dari proses itu, kami telah diaudit oleh BPK tahun 2024 dan predikat yang diberikan oleh BPK kepada partai kami wajar tanpa pengecualian," kata Muzani.
Komitmen akuntabilitas menurutnya, menjadi prinsip yang terus dijaga oleh partai. Muzani menegaskan setiap sen dana bantuan harus dipertanggungjawabkan secara tepat.
"Bagi partai politik, kami akan terus berusaha mempertanggungjawabkan semua akuntabilitas dengan cara akuntabilitas yang baik. Seperti yang tadi Pak Bahtiar katakan, se sen serupiah yang ini harus kita pertanggungjawabkan apalagi di nilai yang sangat besar," tuturnya.
Baca Juga: Gerindra Hormati Keputusan Hasan Nasbi Mundur dari Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan
Dia juga menekankan, Partai Gerindra konsisten menjadi partai yang terbuka terhadap publik. Bahkan, selama hampir satu dekade terakhir, Gerindra rutin mendapat predikat sebagai partai paling informatif.
"Karena itu, kami berusaha menjadi partai yang terbuka dan partai yang menerima pandangan apapun. Karena itu, sejak 2013 sampai 2024 kemarin, Gerindra setiap tahun dinyatakan dengan predikat sebagai partai paling terbuka atau paling informatif," tutur dia.
"Sudah 13 tahun lebih, 9 tahun lebih, dan 9 tahun berturut-turut, kami dinyatakan partai paling informatif terbuka dalam hal pertama, keputusan publiknya, kedua, keputusan rumah dan penggunaan rumah," pungkasnya.
Penyerahan bantuan dana parpol ini merupakan bagian dari upaya pemerintah mendorong partai politik semakin profesional, transparan, dan akuntabel dalam menjalankan fungsi pendidikan politik dan penguatan demokrasi di Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 2Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 3Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 4Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 5Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 6FIFA ASEAN Cup: PSSI Rilis 23 Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes dan Beckham Putra Absen
- 7Kenapa Thailand Ingin Berantas Ikan Nila Hitam? Ini 5 Alasannya
- 8Prediksi Skor Juventus vs NEC Nijmegen 18 September 2026: Siapa yang Akan Menang?
- 9Dana Reses dari Fee Percepatan Haji, BAP Gus Alex Ungkap Permintaan Pimpinan Komisi VIII
- 10PAN Potong Gaji Anggota Dewan, Rp8 Miliar Terkumpul untuk Bantu Korban Bencana







