Akurat

Jokowi Masuk Bursa Ketum PSI, Golkar: Kami Tetap Terbuka

Ahada Ramadhana | 18 Mei 2025, 18:22 WIB
Jokowi Masuk Bursa Ketum PSI, Golkar: Kami Tetap Terbuka

AKURAT.CO Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Puteri Komarudin, menegaskan, keputusan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), untuk bergabung ke partai politik manapun sepenuhnya menjadi hak pribadi dan keluarganya.

Hal ini disampaikan menanggapi isu bahwa Jokowi disebut-sebut akan menjadi Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), meski sebelumnya digadang-gadang merapat ke Partai Golkar.

“Keputusan sepenuhnya berada di tangan Pak Jokowi dan keluarga. Kita menghormati apapun pilihannya,” ujar Puteri saat ditemui di Kantor DPP Golkar, Jakarta Barat, Minggu (18/5/2025).

Puteri menekankan, Jokowi adalah sosok negarawan yang telah banyak berjasa untuk Indonesia. Karena itu, ia meyakini Jokowi masih memiliki semangat untuk terus berkontribusi bagi bangsa.

“Pak Jokowi adalah salah satu kader terbaik negeri ini. Dimanapun nanti beliau mengabdi, kami percaya kontribusinya akan tetap signifikan bagi kemajuan bangsa,” lanjutnya.

Baca Juga: UNSIA Luncurkan Center of Teaching Excellence, Perkuat Inovasi Pendidikan Digital

Terkait peluang Jokowi bergabung ke Partai Golkar, Puteri menyatakan pihaknya akan menunggu keputusan terbaik dari sang mantan presiden.

“Sebagai partai yang sempat disebut-sebut menjadi opsi bagi beliau, tentu kami menunggu keputusan terbaik. Kami yakin Pak Jokowi akan memilih tempat terbaik untuk terus melayani rakyat,” tambahnya.

Sebelumnya, Ketua DPP PSI, William Aditya Sarana, menyebut nama Jokowi dan putranya, Kaesang Pangarep (Ketua Umum PSI), turut masuk dalam bursa calon Ketua Umum PSI.

Nama Jokowi, kata William, muncul dari aspirasi internal kader yang memandangnya sebagai sosok pemimpin dan mentor yang layak memimpin PSI ke depan.

“Pak Jokowi punya tempat istimewa bagi kami, sehingga wajar jika namanya mencuat dalam diskusi internal,” ujar William, Jumat (16/5/2025).

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.