Ketahanan Ekonomi Indonesia Lebih Penting Dibanding Pertikaian Politik

AKURAT.CO Ketua Majelis Pertimbangan DPP PPP, Muhammad Romahurmuziy, ikut menanggapi sikap Forum Purnawirawan Prajurit TNI yang berisi delapan poin usulan terkait berbagai isu kebangsaan.
Dari delapan poin tersebut, dua di antaranya mengusulkan Presiden Prabowo Subianto untuk mereshuffle menteri-menteri yang masih terikat kepentingan dengan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, dan mengusulkan MPR RI untuk melakukan pergantian Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka.
Sosok yang akrab disapa Romy itu mengatakan, dirinya menghargai berbagai usulan tersebut. Namun dia mengingatkan, bahwa ada aturan dan prosedur dalam sistem ketatanegaraan yang tidak boleh dilupakan.
Baca Juga: PKB Tegas Tolak Gugatan PAW ke MK: Itu Hak Partai Politik!
"Saya kira kalau kita berbicara hak ya untuk menyampaikan pandangan siapapun boleh gitu ya. Tetapi tentu mekanisme ketatanegaraan juga memiliki prosedurnya sendiri. Sebagai sebuah usulan, kita hargai," ujar Romy kepada wartawan di Kompleks Kepresidenan, Jakarta, Jumat (25/4/2025).
Dia juga mengingatkan, saat ini Indonesia sedang menghadapi badai ekonomi dunia yang berpotensi menyebabkan perlambatan ekonomi dan resesi. Dia menilai, lebih baik sama-sama menghadapi persoalan tersebut daripada bertikai karena perbedaan.
"Sebaiknya kita kesampingkan aneka perbedaan dan akhiri seluruh pertikaian, mari kita berikan dukungan penuh kepada pemerintahan ini dengan mengatasi problem kolektif yang dihadapi seluruh bangsa dunia," ujarnya.
Apalagi, saat ini Indonesia juga masih berusaha untuk menegosiasi tarif impor yang dikeluarkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Menurutnya, mengatasi hal ini lebih penting daripada memikirkan masalah pebedaan pandangan politik.
"Nah ini hal-hal yang menurut saya lebih urgent untuk diatasi bangsa Indonesia bersama-sama," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








