Akurat

Jokowi Tetap Diam, PDIP Malah Panik dan Kebakaran Jenggot

Atikah Umiyani | 17 Maret 2025, 15:38 WIB
Jokowi Tetap Diam, PDIP Malah Panik dan Kebakaran Jenggot

AKURAT.CO Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), dengan tegas membantah tudingan yang dilontarkan oleh politikus PDI Perjuangan, Deddy Yevri Sitorus.

Deddy menyebutkan bahwa Jokowi mengirim utusan untuk meminta agar tidak dipecat dari PDIP serta mendesak pencopotan Hasto Kristiyanto dari posisi Sekjen PDIP.

Jokowi menegaskan, dirinya tidak pernah mengutus siapapun untuk menyampaikan pesan tersebut kepada PDIP. Ia bahkan menantang pihak yang menuduhnya untuk menunjukkan bukti yang jelas.

"Tidak ada (utusan). Ya harusnya disebutkan siapa, biar jelas. Siapa? Siapa?" ujar Jokowi dalam keterangannya di rumahnya di Sumber, Banjarsari, Jumat (14/3/2025).

Ia menyatakan, selama ini dirinya memilih untuk diam meski kerap menerima berbagai tuduhan dan fitnah.

Baca Juga: Dasco: Presiden Prabowo Belum Berencana Reshuffle Menteri

"Saya itu sudah diam, lho. Difitnah saya diam, dicela saya diam, dijelekkan saya diam, dimaki-maki saya diam. Saya mengalah terus, tapi ada batasnya," tegas Jokowi.

Sementara itu, pengamat politik Efriza menilai, Jokowi tidak akan merespons tudingan tersebut dengan marah-marah atau menyerang balik. Menurutnya, tindakan tersebut hanya akan merugikan Jokowi sendiri.

“Jokowi diyakini tidak akan marah-marah dengan menyerang balik, karena itu akan merugikannya,” ucap Efriza kepada wartawan di Jakarta, Senin (17/3/2025).

Efriza juga menyebutkan, meski Jokowi memilih untuk diam, PDIP justru terlihat semakin reaktif. Sikap PDIP yang selalu menyerang Jokowi dinilai sebagai tindakan yang berlebihan dan tidak menunjukkan kejernihan berpikir.

“Saat ini, Jokowi diam saja, PDIP sudah kebakaran jenggot, bahkan PDIP kehilangan kejernihan berpikir seolah Jokowi masih presidennya dan seolah penguasa politik saat ini adalah Jokowi,” jelasnya.

Menurut Efriza, serangan terus-menerus dari PDIP terhadap Jokowi justru akan merugikan partai tersebut.

Pasalnya, tindakan itu dapat membuat publik kehilangan kepercayaan terhadap PDIP yang selama ini mengklaim sebagai partai pembela rakyat kecil.

Baca Juga: All England 2025: Leo-Bagas Kalah, Indonesia Tanpa Gelar di Edisi ke 115

“Dengan menyerang Jokowi, PDIP justru tidak akan dipercaya oleh masyarakat bahwa partai ini peduli wong cilik. Yang ada, PDIP terlihat hanya membela sekjennya yang berperilaku buruk dan mengabaikan kepentingan rakyat kecil,” ungkapnya.

Perseteruan ini menunjukkan bahwa hubungan antara Jokowi dan PDIP semakin memanas. Namun, Jokowi memilih untuk tetap tenang dan tidak membalas serangan yang dialamatkan kepadanya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.