Donor Darah di Bulan Ramadhan, KDDI dan PMI Targetkan 100 Kantong Darah

AKURAT.CO Dalam rangka antisipasi sulitnya mendapatkan kantong darah selama bulan Ramadhan, Komite Donor Darah Indonesia (KDDI) bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia melaksanakan donor darah di Bulan Ramadhan.
Ketua Umum Pusat PMI Periode 2024-2029 Agung Laksono mengatakan di Bulan ramadhan biasanya terjadi penurunan pendonor, sehingga pengumpulan kantong-kantong darah pun menurun. Sedangkan kebutuhannya tidak berkurang bahkan cenderung meningkat.
“Justru di saat-saat Bulan Ramadhan ini jumlah pendonor menurun. Sehingga pengumpulan kantong-kantong darah pun semakin kurang. Sedangkan kebutuhan-kebutuhan yang tidak pernah kurang,” jelas dia di Jakarta, Selasa (11/3/2025).
Baca Juga: Puluhan Karyawan PPLI Donor Darah Bantu Jaga Stok PMI Bogor
Menurutnya, kebutuhan kantong darah bukan hanya untuk menolong masyarakat yang sedang sakit, namun juga yang terkena bencana.
Terlebih Jabodetabek sedang mengalami musibah bencana banjir yang dapat mengakibatkan potensi penyakit lebih tinggi.
“Karena itu kita berusaha untuk memenuhi kebutuhan kantong darah sebanyak-banyaknya,” ucapnya.
Karenanya, lanjut dia, atas inisiatif dan juga rasa kepedulian yang tinggi, KDDI menginisiasi bersama PMI melihat betapa pentingnya acara donor darah yang diselenggarakan.
"Karena kebutuhan itu, muncul inisiatif masyarakat dengan berbagai alasan dan berbagai keperluannya. Ada yang sakit dan sebagainya. Ada yang juga karena kebencanaan,” ujarnya.
Ia pun berharap kegiatan ini dapat mendorong masyarakat untuk mau mendonorkan darahnya di Bulan Ramadhan.
Baca Juga: Bank DKI Serahkan Mobil Operasional untuk Dukung Layanan PMI DKI Jakarta
Dalam hal ini, PMi sangat mengapresiasi KDDI dalam kegiatan ini dengan menargetkan dapat terkumpul 75-100 kantong darah.
Sementara salah satu pendonor bernama Satya mengaku sudah 25 tahun melakukan donor darah dan pertama kali dirinya melakukan donor justru saat di Bulan Puasa. Dia juga mengatakan, tidak ada larangan mendonorkan darah selama puasa. Sedangkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga mengatakan tidak membatalkan puasa.
“Saya buktikan tadi saya donor darah dalam kondisi sedang berpuasa dan diambil 450 cc tidak ada masalah dan kendala,” kata dia.
Dalam hal ini, dirinya pun tidak memiliki persiapan khusus sebelum mendonorkan darahnya. Ia pun menyatakan kepada masyarakat yang mau mendonorkan darahnya agar memiliki keyakinan dan mental yang kuat
“Iya harus yakin keyakinan, karena mentalnya harus kuat, yakin sehat, halal, dan tidak akan membatalkan puasa,” tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini







