Perintah Presiden Prabowo Soal Pembongkaran Pagar Laut Ilegal Diapresiasi

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah tegas dengan memerintahkan aparat gabungan dari kementerian terkait dan TNI untuk menindak pelanggaran hukum atas pemagaran laut ilegal di pesisir Pantai Utara Tangerang, Banten.
Langkah ini menunjukkan kehadiran negara dalam menjaga kedaulatan laut NKRI.
Ketua Fraksi PKS DPR RI, Jazuli Juwaini, menyatakan dukungannya atas tindakan Presiden dan menyebut keputusan ini sangat dinantikan oleh masyarakat, khususnya para nelayan yang terdampak.
"Kami menyaksikan masyarakat, terutama nelayan di pesisir Pantai Tangerang, menyambut gembira pembongkaran pagar laut tersebut. Bahkan mereka ikut bahu-membahu bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan TNI AL untuk membongkar pagar itu. Ini bukti nyata kolaborasi rakyat dan aparat dalam menjaga kedaulatan lautan kita," ujar Jazuli, Kamis (23/1/2025).
Baca Juga: DPR Temukan Aktivitas Pembangunan Pagar Laut Tanpa Izin oleh Pihak Swasta di Bekasi
Pagar laut sepanjang lebih dari 30 kilometer ini dinilai sangat merugikan masyarakat, terutama nelayan. Atas dasar itu, Presiden Prabowo menginstruksikan aparat gabungan, termasuk Kementerian ATR/BPN, KKP, TNI AL, Bakamla, Polairud Polri, dan Pemprov Banten, untuk bertindak tegas.
Sementara itu, Kementerian ATR/BPN telah membatalkan 266 sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) dan Hak Milik (SHM) atas pagar tersebut karena terbukti cacat prosedur, material, dan melanggar aturan hukum.
Jazuli memuji langkah Presiden yang dinilai berpihak kepada rakyat kecil.
"Hormat kepada Presiden Prabowo yang dengan tegas memerintahkan pembongkaran pagar laut ilegal. Ini bentuk nyata keberpihakan Presiden kepada nelayan dan masyarakat kecil yang selama ini dirugikan,” ujarnya.
Jazuli juga meminta pihak-pihak yang terlibat dalam pembangunan pagar laut ilegal tersebut, baik perusahaan maupun individu, untuk segera diproses hukum.
Termasuk mereka yang bertanggung jawab dalam penerbitan sertifikat yang melanggar aturan.
"Setelah pembongkaran dan pembatalan sertifikat ini, kami berharap aparat segera mengungkap motif dan tujuan dari pemagaran laut ini. Pihak yang bertanggung jawab harus mempertanggungjawabkan tindakannya," tegas Jazuli.
Baca Juga: Indonesia Borong Penghargaan di ASEAN Tourism Awards 2025
Pembongkaran pagar laut ini menjadi simbol nyata kehadiran negara dalam melindungi hak masyarakat serta menjaga kedaulatan laut Indonesia.
Langkah ini diharapkan memberikan efek jera bagi pihak-pihak yang mencoba melanggar hukum dan merugikan rakyat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK









