P3S: Kinerja 100 Hari Prabowo-Gibran Lebih Baik, tapi Perlu Perbaikan di Tim Ekonomi

AKURAT.CO Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie, memuji kinerja Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjelang 100 hari pertama pemerintahan mereka.
Ia menyebut sejumlah kebijakan Prabowo telah memberi dampak langsung bagi masyarakat, mulai dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga penghapusan piutang macet bagi pelaku UMKM, petani, dan nelayan.
“Banyak kebijakan Prabowo yang langsung menyentuh rakyat. Dalam tiga bulan ini, kinerja Prabowo menurut saya sudah melampaui capaian Jokowi selama dua periode,” kata Jerry di Jakarta, Kamis (16/1/2025).
Ia juga mengapresiasi keputusan Prabowo untuk tidak terlalu memaksakan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Menurut Jerry, langkah ini mencerminkan prioritas yang lebih berpihak kepada kebutuhan rakyat.
Baca Juga: Indra Sjafri Pastikan Timnas Indonesia U-20 tanpa Tim Geypens dan Dion Mark di Piala Asia
“Prabowo lebih fokus pada program makan bergizi gratis daripada IKN, dan itu lebih membahagiakan rakyat. Prabowo layak mendapat nilai A,” ujarnya.
Jerry menyoroti beberapa menteri yang menurutnya layak diapresiasi, seperti Menteri Pertanian Amran Sulaiman yang dikenal tegas dan pro rakyat, Menteri Ristek Satryo Brodjonegoro, serta Menteri Kelautan dan Perikanan Wahyu Trenggono.
“Menteri-menteri ini memiliki keberanian dan visi yang jelas, termasuk mencopot pejabat yang korup,” tambahnya.
Namun, ia juga menilai bahwa reshuffle perlu dilakukan terhadap menteri yang dinilai hanya berbicara tanpa tindakan nyata (no action talk only). Salah satu sorotannya adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani.
“Sri Mulyani perlu lebih banyak tekanan agar kinerjanya lebih optimal. Tim ekonomi Prabowo-Gibran juga harus menyusun strategi besar agar pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 8 persen,” kata Jerry.
Jerry mengingatkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia, yang berada di angka 5,1 persen, tertinggal dari Vietnam (7,09 persen) dan Filipina (6,3 persen).
Baca Juga: NBA Hari Ini: Menang Tipis atas Timberwolves, Golden State Warriors Putus Tren Dua Kekalahan
Ia mendorong optimalisasi pendapatan negara melalui pajak kendaraan dan penegakan aturan e-tilang serta e-ticketing.
“Pajak kendaraan bermotor bisa menjadi sumber pendapatan signifikan. Dengan 125,3 juta sepeda motor dan pajak Rp300 ribu per unit, negara bisa meraup Rp37,5 triliun setahun. Ini belum termasuk mobil dan kendaraan barang,” paparnya.
Jerry berharap pemerintah lebih inovatif dan agresif dalam mengelola penerimaan negara untuk mendukung cita-cita besar pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 7Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








