Soroti Pertemuan Jokowi-Effendi Simbolon, Repdem: Mereka yang Dipecat, Tak Layak Didengar!

AKURAT.CO Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem), sayap PDI Perjuangan, mengecam keras pernyataan mantan politisi PDI Perjuangan, Effendi Simbolon, yang menginginkan Megawati Soekarnoputri mundur dari jabatan Ketua Umum PDI Perjuangan.
Pernyataan ini muncul setelah pertemuan Effendi dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Ketua Umum Repdem, Wanto Sugito, menilai pernyataan tersebut sebagai upaya terang-terangan untuk merongrong partai.
Menurutnya, Effendi, yang telah dipecat dari keanggotaan PDI Perjuangan, tak memiliki legitimasi untuk membicarakan kepemimpinan partai.
Wanto juga menyindir Jokowi yang dianggap berkhianat karena mendukung calon di luar garis kebijakan partai pada Pilkada 2024.
“Pernyataan Effendi setelah pertemuannya dengan Jokowi mencerminkan niat buruk. Tidak ada alasan yang sah untuk merongrong kepemimpinan Megawati. Orang yang sudah dipecat dari partai, seperti Effendi dan Jokowi, tidak layak didengarkan,” kata Wanto, Kamis (9/1/2025).
Baca Juga: KPU DKI Jakarta: Penetapan dan Pelantikan Gubernur DKJ Segera Diproses
Wanto menyebut pertemuan lama Jokowi dan Effendi di Solo, meski diklaim sebagai silaturahmi, membawa indikasi yang mencurigakan.
Ia menegaskan, Repdem bersama seluruh kader PDI Perjuangan tetap solid mendukung kepemimpinan Megawati.
“Kami tegaskan, segala upaya menggoyahkan kepemimpinan Megawati tak akan pernah berhasil. PDI Perjuangan tetap kokoh. Repdem akan melawan setiap konspirasi yang ingin merusak partai, baik dari dalam maupun luar,” tegasnya.
Wanto juga menyerukan kepada seluruh kader agar tetap bersatu dan tidak terpengaruh oleh manuver siapa pun yang sudah dikeluarkan dari partai.
“Kader harus tetap waspada dan jangan mendengarkan pernyataan orang-orang yang telah dipecat, seperti Effendi dan Jokowi. Kami tak akan memberi ruang sedikit pun bagi mereka yang berusaha menghancurkan partai ini,” pungkasnya.
Baca Juga: Malaysia Terbuka: Lanny/Fadia Menang, Indonesia Cuma Punya 2 Wakil di Perempat Final
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









