Akurat

Projo Siap Bertransformasi Jadi Partai Politik untuk Jokowi

Herry Supriyatna | 18 Desember 2024, 21:53 WIB
Projo Siap Bertransformasi Jadi Partai Politik untuk Jokowi

AKURAT.CO Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Projo, Handoko, mengungkapkan bahwa organisasinya siap berubah menjadi partai politik jika Presiden Joko Widodo memberi arahan.

Menurutnya, Projo selalu terbuka untuk menjadi wadah perjuangan politik Jokowi atau siapa pun yang ingin melanjutkan visi politiknya.

"Kalau Pak Jokowi perintahkan, tentu kami siap. Projo akan selalu mendukung langkah politik beliau," ujar Handoko kepada Antara, Rabu (18/12/2024).

Namun, Handoko mengakui hingga kini belum ada pembicaraan resmi dengan Jokowi terkait wacana tersebut. Ia menegaskan bahwa Projo akan menunggu arahan langsung dari Jokowi sebelum melangkah lebih jauh.

"Belum ada pembahasan konkret. Tapi jika saatnya tiba, kita akan diskusikan," tambahnya.

Di sisi lain, keputusan mengejutkan datang dari PDI Perjuangan. Partai berlambang banteng ini resmi memecat Jokowi, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dan Wali Kota Medan Bobby Nasution. Ketiganya dipecat bersama 27 kader lainnya pada Sabtu (14/12/2024).

Pengumuman pemecatan ini disampaikan oleh Ketua Bidang Kehormatan DPP PDIP, Komarudin Watubun, dalam sebuah siaran resmi pada Senin (16/12/2024).

"Atas instruksi langsung Ketua Umum PDI Perjuangan, kami menyampaikan keputusan ini sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga partai," ujar Komarudin.

Komarudin menjelaskan, pemecatan ini merupakan sanksi atas pelanggaran tertentu. Jokowi, Gibran, dan Bobby juga dilarang mengatasnamakan PDIP dalam kegiatan apa pun.

"Setelah surat ini diterbitkan, PDI Perjuangan tidak memiliki hubungan dan tidak bertanggung jawab atas tindakan mereka," tegasnya.

Surat keputusan ini ditandatangani langsung oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto. Keputusan tersebut akan dibahas lebih lanjut dalam Kongres PDIP mendatang.

"Jika ada kekeliruan dalam keputusan ini, kami akan melakukan peninjauan ulang," tambah Komarudin.

Jokowi diketahui bergabung dengan PDIP pada 2014, saat maju sebagai calon presiden. Gibran dan Bobby kemudian mengikuti jejaknya, masing-masing bergabung pada 2019 dan 2020.

Namun, pemecatan ini membuka babak baru dalam perjalanan politik mereka, dengan spekulasi bahwa Projo mungkin menjadi kendaraan politik baru bagi Jokowi dan para pendukungnya.

Dengan pintu Projo yang selalu terbuka, langkah selanjutnya kini berada di tangan Presiden ke-7 RI tersebut.  

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.