Puan Legowo PDIP Kalah di Pilgub Jateng: Kita Sudah Evaluasi

AKURAT.CO Ketua DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani, mengaku sudah legowo terhadap kekalahan pasangan yang diusung partainya, Andika Perkasa-Hendrar Prihadi, di Pilgub Jawa Tengah 2024.
Pihaknya juga sudah melakukan evaluasi dan konsolidasi terhadap kekalahan tersebut. Dia pun menyatakan, PDIP sudah berusaha maksimal, namun masyarakat Jateng memiliki hak untuk memilih pemimpinnya.
"Ya kita sudah mengevaluasi, mengkonsolidasilan, kita sudah berusaha secara maksimal, ya, namun rakyat Jawa Tengah sudah memilih gubernur dan wakil gubernur," kata Puan kepada wartawan, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/12/2024).
Namun begitu, Puan tetap bangga dengan para militan ataupun loyalis PDIP di Jateng yang tetap bisa memenangkan Pilkada di 35 kabupaten/kota di Jateng.
Baca Juga: Effendi Simbolon Dipecat PDIP: Dukungan pada Paslon Lain jadi Pemicu
"Alhamdulillah dari 35 kab/kota, PDI Perjuangan berhasil memenangkan dari hasil perhitungan suara sementara 19 kab/kota yg dipajukan untuk kader," bebernya.
Dia pun meminta masyarakat dan seluruh pihak untuk menilai sendiri apakah Jateng masih menjadi kandang banteng atau tidak. "Jadi ya silakan menilai apakah PDI Perjuangan di Jawa Tengah masih bisa bertahan atau tidak," pungkasnya.
Sebelumnya, DPP PDI Perjuangan (PDIP) merepons soal anggapan bahwa Jawa Tengah (Jateng) tidak lagi menjadi 'kandang banteng' atau lumbung suara bagi PDIP di Pemilu dan Pilkada 2024.
Ketua DPP PDIP, Deddy Yevri Hanteru Sitorus, kemudian mengulas perolehan suara cagub-cawagub Jateng yang diusung oleh PDIP, Adhika Perkasa - Hendrar Prihadi. Di mana, Andika-Hendi disebut-sebut berhasil memperoleh suara kurang lebih 40 persen. Sementara, perolehan suara PDIP pada Pemilu legislatif berkisar 25,6 persen.
Deddy mengatakan, bahwa suara final akan ditentukan saat pengumuman nanti. Namun, kalaupun benar raihannya cuma 40-an persen, tetap saja itu lebih besar dari raihan saat pemilu legislatif.
"Jadi artinya pemilih Banteng masih tetap setia dengan PDIP karena angkanya hampir 2 kali lipat pemilu legislatif. Itu adalah bukti bahwa Jateng masih menjadi rumah bagi kaum marhaen," kata Deddy saat sesi tanya jawab dengan wartawan di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Minggu (1/12/2024).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








