Akurat

Elektabilitas Khofifah-Emil Unggul, Pengamat: Selisih Sangat Jauh dari Risma-Gus Hans

Annisa Fadhilah | 22 November 2024, 11:47 WIB
Elektabilitas Khofifah-Emil Unggul, Pengamat: Selisih Sangat Jauh dari Risma-Gus Hans

AKURAT.CO Soliditas elektabilitas pasangan calon nomor urut 2 Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak kian tak terkalahkan.

Dibandingkan dengan Tri Rismaharini-Zahrul Azhar Asumta atau Gus Hans selisihnya masih terlampau jauh.

Baca Juga: Bersama PDIP, PKB Cari Figur yang Lebih Kuat dari Khofifah-Emil untuk Pilkada Jatim 2024

Hal demikian seperti terekam dalam temuan survei Poltracking Indonesia periode 13-19 November 2024. Tercatat pasangan petahana ini mampu mendapatkan perolehan elektabilitas sebesar 68,4 persen.

Elektabilitas keduanya jauh lebih unggul dari Risma-Gus Hans yang berada di posisi kedua dengan 24,2 persen. Itu artinya sebanyak 44,2 persen selisih elektabilitas Khofifah-Emil dengan Risma-Gus Hansa pada Pilgub Jawa Timur 2024.

"Dalam hasil lembaga survei-kan memang sangat jauh antara Khofifah-Emil dengan pasangan yang potensial mengimbangi Ibu Risma tapi selisihnya masih sangat jauh," tutur Pengamat Politik Citra Institute Yusak Farhan, Kamis (21/11/2024).

Dia menambahkan elektabilitas Khofifah-Emil makin terus melesat hingga dua kali lipat bahkan menjelang pencoblosan Pilgub Jatim mendatang. Angka elektabilitas kuat pasangan petahana ini makin sulit ditandingi para rivalnya.

"Apakah di sisa satu minggu terakhir ini Ibu Risma bisa menyalip? Saya kira agak sulit," ucapnya.

Baca Juga: Partai Golkar Resmi Usung Khofifah dan Emil Dardak di Pilkada Jatim 2024

Elektabilitas kuat tersebut, lanjutnya, tak lepas dari ketokohan kuat yang ditampilkan Khofifah sebagai figur pemimpin perempuan. Latar belakang Ketua Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) mampu memberi dampak elektoral besar.

"Beliau Ketua Umum PP Muslimat NU, tokoh perempuan NU, mantan Menteri Sosial, dan Incumbent juga" tandasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.