Akurat

Persepi Krisis Integritas, Sengaja Lambatkan Pemeriksaan Perbedaan SMRC dan Indikator di Pilkada Jateng

Mukodah | 20 November 2024, 13:47 WIB
Persepi Krisis Integritas, Sengaja Lambatkan Pemeriksaan Perbedaan SMRC dan Indikator di Pilkada Jateng

AKURAT.CO Skandal mengguncang Perkumpulan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi) setelah terungkap sengaja memperlambat pemeriksaan terhadap Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) dan Indikator Politik Indonesia (IPI), terkait perbedaan hasil survei Pilkada Jawa Tengah.

Sikap ini semakin mempertebal dugaan ketidakobjektifan dan konflik kepentingan dalam tubuh Persepi.

Menghancurkan kredibilitas lembaga yang seharusnya menjadi penjaga etika survei nasional.

Kontroversi ini mencuat ke permukaan melalui serangkaian pernyataan kontroversial yang disampaikan di Jakarta.

Baca Juga: Ternyata Saiful Mujani Ingin Pecat Poltracking dari Persepi

Hamdi Muluk, selaku Anggota Dewan Etik Persepi, dengan entengnya mengatakan sedang sibuk.

Perbedaan tanggapan ini jauh berbeda saat mengambil tindakan atas perbedaan survei Pilkada Jakarta antara Lembaga Survei Indonesia (LSI) dan Poltracking Indonesia.

"Tunggu ketersediaan waktu dewan etik yang juga sibuk-sibuk," kata Hamdi, beberapa waktu lalu.

Jawaban ini membuktikan bahwa pemeriksaan terhadap perbedaan hasil survei Pilkada Jateng dari SMRC dan Indikator yang signifikan bukanlah prioritas mendesak.

Baca Juga: Ketua Persepi: Dewan Etik Tidak Pernah Bilang Data Poltracking Salah

Persepi, yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam menjaga integritas survei politik, justru menunjukkan keengganan yang mencurigakan untuk segera memeriksa SMRC dan Indikator.

Reaksi lambat Persepi ini semakin memperkuat spekulasi bahwa ada agenda tersembunyi yang ingin dilindungi di dalam asosiasi.

Fakta bahwa pemilik SMRC, Saiful Mujani, adalah bagian dari Anggota Dewan Etik Persepi semakin memperkeruh situasi.

Kondisi ini menciptakan konflik kepentingan yang nyata, di mana Saiful Mujani berpotensi memainkan dua peran sekaligus, sebagai pemain dan wasit dalam satu pertandingan.

Baca Juga: Ketua Persepi Minta Maaf ke Poltracking karena Tidak Bisa Pahami Data Set

Menunjukkan betapa rapuhnya sistem etika di tubuh Persepi.

Perbedaan hasil survei antara SMRC dan IPI untuk Pilkada Jateng 2024 sangatlah signifikan dan mengkhawatirkan.

Indikator melaporkan elektabilitas calon Gubernur Andika Perkasa sebesar 43,46 persen, sementara SMRC menyatakan angka 50,4 persen.

Perbedaan yang mencapai 9 persen dan jauh melampaui toleransi menunjukkan adanya anomali serius yang membutuhkan investigasi mendalam.

Lebih mencurigakan lagi, kedua lembaga survei tersebut melakukan pengambilan data pada periode yang hampir bersamaan.

SMRC melakukan survei pada 7-12 November 2024, sementara Indikator pada 7-13 November 2024.

Baca Juga: Bermunculan Lembaga Survei Baru di Pilkada Tangsel, Begini Tanggapan PERSEPI

Perbedaan hasil yang begitu besar dalam rentang waktu yang sama seharusnya menjadi alarm bagi Persepi untuk segera bertindak, bukan malah mengulur waktu dengan berbagai alasan.

Tekanan publik yang semakin kuat akhirnya memaksa Dewan Etik Persepi untuk berjanji akan memeriksa kedua lembaga survei tersebut, meskipun dengan enggan dan tanpa kejelasan waktu.

"Dewan etik akan memanggil juga. Kita harus lihat struktur data, iya kalau semuanya ada pertanyaan publik. Memang kewajiban dewan etik harus memeriksa," jelas Hamdi.

Skandal ini semakin membuktikan Persepi miskin integritas dan objektifitas akibat kontroversi sebelumnya terkait perbedaan hasil survei di Pilkada Jakarta.

Kredibilitas Persepi disebu sedang berada di titik nadir.

Ditandai dengan keluarnya tiga lembaga survei terkemuka dari keanggotaan, menunjukkan betapa buruknya kredibilitas Persepi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
Mukodah
W
Editor
Wahyu SK