Akurat

Rekam Jejak Poltracking Teruji Melakukan Metode Survei dengan Baik

Mukodah | 12 November 2024, 06:15 WIB
Rekam Jejak Poltracking Teruji Melakukan Metode Survei dengan Baik

AKURAT.CO Poltracking Indonesia membuktikan diri sebagai lembaga survei paling akurat di Tanah Air.

Konsistensi dan ketepatan prediksinya dari Pemilu 2014 hingga Pemilu 2024 menunjukkan keunggulan metodologi dan integritas data yang tak terbantahkan.

Prestasi ini semakin mengukuhkan posisi Poltracking sebagai tolok ukur lembaga survei politik nasional paling akurat.

Keunggulan Poltracking telah terlihat sejak Pemilu 2014.

Seperti diungkapkan pakar politik Prof. Dr. Ikrar Nusa Bhakti dalam sebuah pernyataan di stasiun televisi pada Kamis (7/11/2024).

"Saya masih ingat, Hanta Yuda pernah membuat satu pernyataan ketika dia melakukan quick count dan Poltracking Institute itu yang paling mendekati hasil dari Pemilu 2014," katanya.

Pernyataan Prof. Ikrar juga menunjukkan bahwa sejak awal Poltracking adalah lembaga survei yang paling jernih dalam melihat kontestasi demokrasi.

Baca Juga: Judi Online Bisa Ganggu Kesehatan Mental, Ini Penjelasan Psikiater

Menurutnya, Poltracking membuktikan kredibilitas sebagai lembaga survei yang mampu mempertanggungjawabkan data-data secara akurat.

"Jadi, yang saya katakan di sini berarti dia melakukan. Poltracking pada saat itu melakukan dengan benar-benar sangat baik, khususnya ketika setelah polling itu terjadi," ujar Prof. Ikrar, dalam keterangannya, Selasa (12/11/2024).

Akurasi Poltracking Indonesia tidak berhenti di tahun 2014.

Pada Pilpres 2019, lembaga ini kembali menunjukkan tajinya dengan merilis hasil survei yang paling mendekati hasil resmi KPU.

Survei yang dilakukan pada 1-8 April 2019 menunjukkan elektabilitas pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin sebesar 54,5 persen dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 45,5 persen.

Keakuratan ini dicapai berkat metode canggih yang diterapkan Poltracking.

Survei dilakukan menggunakan model prediktif yang menghasilkan nilai probabilitas, digunakan untuk memprediksi arah pemilih yang belum menentukan pilihan.

Metode ini menunjukkan keunggulan Poltracking dalam mengelola data undecided voters.

Komitmen Poltracking terhadap akurasi dan keterwakilan data terbukti melalui metode multistage random sampling yang diterapkan.

Dengan sampel sebanyak 2.000 responden dan margin of error plus minus 2,2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen, Poltracking menunjukkan standar tinggi dalam pengumpulan dan analisis data.

Prestasi Poltracking terus berlanjut, terlihat pada Pilpres 2024.

Baca Juga: Kecelakaan Maut di Tol Cipularang, Ini Doa untuk Para Korban

Di mana, lembaga ini menempati posisi teratas dalam perbandingan hasil quick count dengan rekapitulasi KPU dari seluruh lembaga survei yang tergabung dalam Perkumpulan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi).

Poltracking menunjukkan keunggulannya dengan menggunakan sampel hingga 3.000 TPS di seluruh Indonesia, jauh melebihi standar lembaga survei lainnya.

Hasil quick count Poltracking untuk Pilpres 2024 menunjukkan akurasi luar biasa.

Dengan data masuk 100 persen, prediksi Poltracking hanya berselisih rata-rata 0,12 persen dari hasil resmi KPU.

Ini menunjukkan tingkat presisi yang belum pernah tercapai sebelumnya dalam sejarah survei politik Indonesia.

Keberhasilan Poltracking tidak hanya terletak pada angka-angka tetapi juga pada kepercayaan publik yang terus meningkat.

Konsistensi akurasi dari pemilu ke pemilu telah mengubah skeptisisme masyarakat menjadi keyakinan terhadap integritas dan profesionalisme Poltracking.

Pencapaian Poltracking ini menjadi bukti nyata bahwa lembaga survei Indonesia mampu bersaing di kancah internasional.

Dengan track record yang konsisten dan metodologi yang terus disempurnakan, Poltracking tidak hanya menjadi kebanggaan industri survei nasional, tetapi juga menjadi acuan bagi lembaga-lembaga serupa di seluruh dunia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
Mukodah
W
Editor
Wahyu SK