Akurat

Gerakan Solidaritas Nasional Resmi Berdiri, Prabowo Jadi Ketua Dewan Pembina

Atikah Umiyani | 2 November 2024, 18:12 WIB
Gerakan Solidaritas Nasional Resmi Berdiri, Prabowo Jadi Ketua Dewan Pembina

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto, meresmikan hadirnya Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), yang menjadi perubahan dari Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran di Pilpres 2024 silam.

Peresmian GSN ini disaksikan oleh 20 ribu lebih masyarakat Indonesia, yang mewakili seluruh golongan masyarakat dari Sabang hingga Merauke.

Dalam acara ini, Presiden Prabowo hadir didampingi oleh Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka, dan jajaran Kabinet Merah Putih. Prabowo sendiri menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina GSN.

Baca Juga: Gerakan Solidaritas Nasional Diprediksi Bakal Jadi Penopang Kekuatan Pemerintah Prabowo-Gibran

Pada kesempatan ini, Ketua Umum GSN, Rosan Perkasa Roeslani, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kepercayaan Prabowo kepada GSN dalam menyatukan dan mengoptimalkan kekuatan seluruh rakyat Indonesia.

"Ini adalah bagian dari upaya dalam mendorong Indonesia menjadi bangsa yang maju di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo," kata Rosan di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (2/11/2024).

Dia mengatakan, Indonesia sedang bersemangat dan memiliki energi positif. Namun, masih ada perang-perang lokal di dalam negeri yang harus segera kita menangkan. Seperti perang melawan kemiskinan, korupsi, ketidakadilan, hingga perang melawan kesenjangan. Hal inilah yang menjadi latar belakang GSN didirikan.

"Dari persatuan dan kolaborasi yang begitu solid antara Bapak Presiden Prabowo dengan mantan Presiden Jokowi, kita belajar bukan saja nilai-nilai solidaritas nasional, tapi juga dampaknya yang begitu baik dan besar," katanya.

"Visi GSN adalah menjadi organisasi yang merekatkan seluruh rakyat Indonesia. Dengan cara menampung dan mewujudkan gagasan-gagasan besar menjadi solusi-solusi konkrit bagi kehidupan masyarakat dan kemajuan bangsa. Baik rakyat Indonesia di dalam negeri maupun yang menjadi diaspora di seluruh dunia," tambah Rosan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.