Akurat

Penampilan Dharma-Kun dalam Debat Kedua: Bersinar Meski Tanpa Dukungan Partai

Citra Puspitaningrum | 28 Oktober 2024, 23:00 WIB
Penampilan Dharma-Kun dalam Debat Kedua: Bersinar Meski Tanpa Dukungan Partai

AKURAT.CO Pengamat Politik Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, memberikan pandangannya terkait penampilan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut 2, Dharma Pongrekun-Kun Wardana Abyoto, dalam debat kedua Pilkada Jakarta.

Menurut Ujang, pasangan independen ini tampil cukup baik dan mampu bersaing dengan kandidat lain yang diusung partai politik, seperti pasangan Ridwan Kamil-Suswono dan Pramono Anung-Rano Karno (Si Doel).

"Penampilan Dharma-Kun tadi malam cukup berhasil meyakinkan warga Jakarta, bahkan mampu mengimbangi kandidat lain," kata Ujang saat dihubungi Akurat.co di Jakarta, Senin (28/10/2024).

Baca Juga: Ridwan Kamil Siap Bertemu Presiden Prabowo, Bahas Dukungan Pilkada dan Strategi Kampanye Jakarta

Namun, Ujang, yang juga Doktor (S3) Ilmu Politik dari Universitas Indonesia, menyoroti pernyataan Dharma terkait wabah Covid-19 sebagai konspirasi global.

Menurutnya, topik ini kurang tepat dibahas dalam debat Pilkada, yang kali ini mengusung tema Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial.

Menurutnya, lebih baik jika Dharma fokus pada isu konkret seperti pengentasan kemiskinan di Jakarta.

"Kekurangan dari penampilan Dharma adalah pandangan tentang Covid-19 sebagai teori konspirasi. Lebih baik fokus pada rencana ke depan, apa yang akan dilakukan untuk Jakarta," jelasnya.

Baca Juga: Kepala Desa Jadi Rebutan Kandidat Pilkada, Peneliti SPD: Magnet Elektoral yang Menggiurkan

Di sisi lain, Ujang mengapresiasi program Dharma-Kun tentang penyediaan wifi gratis untuk warga Jakarta, yang dinilai sebagai program berkualitas dan relevan bagi masyarakat.

"Program wifi gratis itu bisa diterima oleh warga Jakarta. Jadi, debat semalam menunjukkan ada plus dan minus dari Dharma-Kun. Untuk debat ketiga, mereka harus tampil lebih baik lagi agar dapat mengungguli pasangan lain yang diusung partai politik," tuturnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.