Akurat

Debat Perdana Pilkada Balikpapan, Paslon Muhammad Sabani - Syukri Wahid Belum Meyakinkan

Yosi Winosa | 24 Oktober 2024, 07:38 WIB
Debat Perdana Pilkada Balikpapan, Paslon Muhammad Sabani - Syukri Wahid Belum Meyakinkan

AKURAT.CO Debat pertama paslon Pilkada Balikpapan yang mengusung tema hukum, SDM dan birokrasi berlangsung di Novotel Balikpapan pada Rabu (23/10/2024) yang secara live disiarkan oleh KompasTV.

Di sinilah mereka beradu kebolehan dalam mempertahankan argumen, opini, visi dan misi mereka ke depan untuk Balikpapan.

Namun demikian, pengamat menilai paslon nomor 3 yaitu Muhammad Sabani - Syukri Wahid dinilai minim prestasi dan belum dapat meyakinkan pemilih pada debat putaran pertama Pilkada Balikpapan.

Dalam debat Muhammad Sabani dan Syukri Wahid tidak mampu memberikan penjelasan yang konkret mengenai visi mereka di bidang hukum.

Menurut Analis Politik dari Universitas Mulawarman, Dr. Fitriani, kedua calon tampak kesulitan menjelaskan langkah-langkah konkret untuk meningkatkan penegakan hukum di Balikpapan, yang menjadi perhatian utama masyarakat.

Baca Juga: Bawaslu Minta Pencetakan Logistik Pilkada Tepat Waktu

Hal ini membuat pemilih merasa ragu akan kemampuan mereka untuk menangani masalah hukum yang ada. Sementara di bidang SDM pun Sabani dan Syukri juga dinilai tidak memiliki program yang inovatif. Masyarakat mengharapkan adanya inisiatif yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan bagi generasi muda.

Namun, selama debat mereka tidak berhasil menjelaskan strategi yang jelas untuk menghadapi tantangan tersebut. "Tidak ada solusi yang ditawarkan untuk meningkatkan
kualitas SDM, padahal ini adalah salah satu isu penting bagi pemilih," ungkapnya, dikutip Kamis (24/10/2024).

Selain itu, reformasi birokrasi juga menjadi salah satu tema penting dalam debat namun Muhammad Sabani dan Syukri Wahid tampak kurang siap untuk membahasnya.

Menurut laporan dari Kompas, kedua calon tidak memberikan gambaran yang jelas tentang bagaimana mereka akan mengatasi masalah lambatnya pelayanan publik dan birokrasi yang tidak efisien. Hal ini membuat masyarakat semakin skeptis terhadap kemampuan mereka dalam memimpin.

Reaksi Masyarakat

Reaksi masyarakat terhadap performa paslon ini cukup beragam. Banyak pemilih yang merasa kecewa karena tidak melihat adanya prestasi yang dapat dibanggakan dari pasangan ini.

"Kami butuh pemimpin yang dapat memberikan solusi nyata, bukan hanya janji-janji," ungkap salah seorang warga.

Pasangan calon nomor 3 yaitu Muhammad Sabani dan Syukri Wahid masih memiliki banyak tantangan untuk meyakinkan pemilih.

Minimnya prestasi dan kurangnya penjelasan konkret mengenai visi di bidang hukum, SDM, dan birokrasi, serta reaksi skeptis dari masyarakat menjadi pekerjaan rumah yang harus segera mereka tangani.

Debat berikutnya menjadi kesempatan bagi mereka untuk memperbaiki citra dan menunjukkan komitmen yang lebih jelas kepada pemilih di Balikpapan.

Sementara itu, paslon nomor 1, Rahmad Mas'ud dan Bagus Susetyo dinilai berhasil menunjukkan penguasaan materi dan jawaban yang lugas terkait tema hukum, pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan reformasi birokrasi.

Sebagai calon Wali Kota Petahana, Rahmad Mas'ud memaparkan berbagai prestasi selama masa jabatannya. Fokus pada reformasi birokrasi, Rahmad telah berhasil memperkenalkan layanan digital yang lebih efisien. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan publik dan menyederhanakan proses administrasi.

Dengan pendekatan ini, masyarakat diharapkan bisa mendapatkan layanan yang lebih cepat dan transparan.
Dalam aspek pembangunan infrastruktur, Rahmad mencatatkan banyak keberhasilan yang telah memperbaiki mobilitas di Balikpapan.

Pembangunan jalan dan revitalisasi fasilitas publik tidak hanya memperlancar aksesibilitas tetapi juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi lokal. Infrastruktur yang baik adalah pendorong utama bagi perkembangan kota dan kualitas hidup masyarakat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa