Bahas Dinasti Politik, Pramono Anung: Saya dan Dhito Dipaksa Maju

AKURAT.CO Calon Gubernur Jakarta, Pramono Anung, angkat suara soal isu dinasti politik yang mengarah kepadanya belakangan ini.
Momen itu terjadi saat Pramono diberikan pertanyaan oleh Eko Widodo yang mengaku "Anak Abah" soal isu tersebut dalam acara Pram Uncensored di Wisma Staco Building, Jakarta, Kamis (17/10/2024).
"Pilpres lalu, 01 dan 03 sama-sama melawan narasi dinasti politik. Sekarang Mas Pram nyalon (Gubernur Jakarta), (di sisi lain) anak Mas Pram mencalonkan bupati lagi. Bagaimana tanggapan Mas Pram?" tanya Eko.
Pramono mengatakan bahwa pada kontestasi Pilkada Serentak 2024, nasibnya sama dengan sang anak, Hanindhito Himawan Pramana atau Dito, yang sekarang menjadi calon Bupati Kediri.
Baca Juga: 16 Relawan Jakarta Kompak Dukung Ridwan Kamil: Beliau Pemimpin yang Responsif dan Sudah Teruji
"Saya dan Dhito nasibnya sama. Dhito pada periode pertama tidak mencalonkan tetapi dipaksa maju. Nasibnya sama seperti saya," jawabnya menjelaskan.
Pramono menyadari bahwa isu dinasti politik memang mengarah kepadanya saat ini.
Namun, ia berpesan kepada Ditho untuk menjaga nama baik keluarga di tengah isu-isu yang mencuat saat ini.
"Yang jelas, pesan saya kepada Dito, kamu nama baik bapakmu, keluargamu," tuturnya.
Pramono juga menegaskan dirinya tidak pernah melobi siapapun untuk bisa maju di Pilkada Jakarta 2024.
"Saya mengatakan, saya tidak melobi siapapun untuk maju di Pilgub Jakarta," ujarnya.
Baca Juga: Undang Dewa 19, Menpora Dito Ariotedjo Pamitan hingga Titip Pesan untuk Menpora Berikutnya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









