Majalah Time Ulas Kisah Persahabatan Prabowo dan Jokowi: Dari Rival Menjadi Penerus

AKURAT.CO Majalah Time, media asal Amerika Serikat, mengulas kisah persahabatan Presiden terpilih, Prabowo Subianto dan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) yang bermula dari rivalitas sengit di arena politik hingga kini bersatu, dengan Prabowo menjadi penerus kepemimpinan Jokowi.
Dalam artikelnya yang berjudul "How President Prabowo Subianto Is Steering Indonesia's Future," yang dikutip pada Selasa (15/10/2024), Time menjelaskan bahwa persatuan antara Prabowo dan Jokowi mulai terjalin pascapilpres 2019.
Saat itu, Jokowi mengundang Prabowo untuk bergabung ke dalam kabinetnya.
Meskipun awalnya ragu, Prabowo merasa tawaran untuk memimpin Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI tidak bisa ditolak, terutama karena kecintaannya pada bidang tersebut serta latar belakangnya sebagai seorang jenderal dan prajurit.
Baca Juga: Sinopsis Film Jumper, Kisah Petualangan Remaja dengan Kemampuan Teleportasi
"Jokowi adalah orang yang sangat baik dan saya juga ingin menjadi demikian," ujar Prabowo kepada Time sambil tersenyum.
Setelah menjadi bagian dari pemerintahan Jokowi, Prabowo terbukti sebagai menteri yang rajin dan teguh, seperti yang dicatat oleh Time.
Ia kemudian digadang-gadang sebagai kandidat penerus Jokowi, meskipun Prabowo memiliki ide-ide inovatifnya sendiri.
Prabowo berencana memprioritaskan langkah-langkah konkret yang dapat segera memperbaiki kehidupan rakyat Indonesia.
Di antaranya, ia meluncurkan program untuk menyediakan makanan gratis di sekolah-sekolah, berkomitmen memerangi korupsi dengan menaikkan gaji pegawai negeri, dan menggunakan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI).
Baca Juga: Juara di Wuhan, Aryna Sabalenka Kian Dekat Gusur Iga Swiatek di Puncak Ranking WTA
Selain itu, Prabowo merencanakan penggunaan teknik pertanian baru untuk menjadikan Indonesia sebagai pengekspor pangan dalam lima tahun ke depan.
Prabowo juga menargetkan pemberantasan kemiskinan dalam dua tahun. "Tuhan Yang Maha Esa dan rakyat Indonesia memberi saya mandat," ujarnya kepada Time.
“Saya selalu mengatakan kita membutuhkan kekuatan, tetapi kekuatan itu digunakan untuk berbuat baik,” tegas Prabowo.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










