Akurat

Ridwan Kamil Akan Benahi Sungai Ciliwung dengan Konsep Pentahelix

Atikah Umiyani | 3 Oktober 2024, 15:52 WIB
Ridwan Kamil Akan Benahi Sungai Ciliwung dengan Konsep Pentahelix

AKURAT.CO Calon Gubernur Jakarta nomor urut 1, Ridwan Kamil (RK), ingin membenahi Sungai Ciliwung dengan konsep Pentahelix. Keinginan tersebut disampaikan RK usai menyusuri sungai Ciliwung di Kawasan Condet, Jakarta Timur, Kamis (10/3/2024).

"Saya akan realistis, tapi juga idealis. InsyaAllah kalau takdirnya ada, semua curhatan masyarakat Ciliwung tadi direspon. Kalau sungai, saya pernah punya pengalaman membuat Satgas Citarum ya, dengan konsep Pentahelix," ujar RK.

Pentahelix merupakan, konsep pembangunan dengan melibatkan lima unsur atau stakeholders. Yaitu pemerintah, akademisi, badan atau pelaku usaha, masyarakat atau komunitas, hingga media.

Baca Juga: Ridwan Kamil Sudah Siap Hadapi Debat Perdana Pilkada Jakarta

"Nah, kombinasi Pentahelix ini untuk menyelesaikan masalah Ciliwung, mungkin akan kita hadirkan sebagai konsep membangun bersama-sama," ucapnya.

Seperti diketahui, RK berhasil menyelamatkan Sungai Citarum dengan konsep pentahelix selama menjabat Gubernur Jawa Barat. Keberhasilan itu ingin dia terapkan jika menang dalam Pilkada Jakarta bersama Calon Wakil Gubernur Suswono.

"Pentahelix itu kan lima. Kalau hanya pemerintah berarti hanya 20 persen kekuatan, enggak bisa. Kalau cuma dengan akademisi juga cuma 40 persen. Kita butuh 100 persen. Nah itu mungkin komitmennya nanti di tahun-tahun pertama Satgas Ciliwung kita hadirkan dengan konsep pentahelix, mudah-mudahan lebih baik," katanya.

Sekedar informasi, saat menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat, hingga 2022 Satgas Citarum antara lain berhasil membina 1.235 industri dalam program penanganan limbah industri. Pada program pengelolaan sampah, sebanyak 3.040,51 ton/hari sampah terkelola. Pada program penanganan lahan kritis, hingga tahun 2022 telah tercapai 33.435,17 Ha luas lahan kritis yang tertangani.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.