Akurat

Gejolak Internal dan Dilema PDIP: Antara Oposisi atau Bergabung dengan Koalisi Prabowo

Paskalis Rubedanto | 27 September 2024, 12:30 WIB
Gejolak Internal dan Dilema PDIP: Antara Oposisi atau Bergabung dengan Koalisi Prabowo

AKURAT.CO Dilema PDI Perjuangan (PDIP) dalam menentukan arah politik untuk lima tahun mendatang dinilai muncul akibat perbedaan pandangan di antara para pimpinan partai banteng yang memicu gejolak internal.

Pengamat politik dari Indonesian Politic Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah, mengatakan, salah satu elite PDIP yang gencar cari muka kepada Presiden terpilih, Prabowo Subianto, dan Presiden Joko Widodo (Jokowi), adalah Puan Maharani.

Hal itu membuat Ketua Umum PDIP, Megawati Soekaenoputri, menjadi cukup bimbang karena Puan sangat gencar terlihat ingin masuk koalisi Prabowo.

Baca Juga: Menjelang Pelantikan, Pertemuan Megawati-Prabowo Jadi Sorotan: Kapan Terlaksana?

“Kondisi saat ini anomali, di mana internal PDIP sendiri tidak solid, tokoh paling gencar berharap dan menebar pesona untuk masuk koalisi Prabowo, termasuk pembela paling vokal Jokowi di PDIP adalah Puan Maharani, sehingga cukup dramatis menemukan kesepakatan antara Puan dan Megawati dalam tentukan sikap,” katanya kepada Akurat.co, Jumat (27/9/2024).

Di sisi lain, Dedi menilai, sejauh ini Megawati konsisten untuk bisa berseberang dengan kekuasaan jika mereka kalah Pemilu.

“Bahkan tidak sekali Megawati berani kritik penguasa pasca Pemilu dalam forum resmi PDIP, misalnya menghardik (Kapolri) Listyo Sigit, lalu menebar isu ada pihak yang ingin kuasai PDIP, semua ditujukan pada Jokowi,” jelasnya.

Baca Juga: Presiden Jokowi Dorong Peningkatan Fasilitas Kesehatan di Daerah-daerah

Puncaknya, kata Dedi, PDIP tidak berbuat banyak di Pilkada 2024, terkesan ada tekanan yang secara langsung di rasakan.

“Dengan situasi itu, PDIP tidak sekuat periode lalu, ada kesan mereka bisa dikendalikan penguasa melalui Puan,” ucap Dedi.

Situasi inilah yang menurutnya membuat PDIP sulit menentukan sikap, apakah akan oposisi atau tergoda masuk ke koalisi pemerintahan.

“Pilihannya sulit, bergabung dengan pemerintah, atau berseberang tetapi tidak berkutik,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.