Akurat

Pilkada Jakarta Diprediksi Dua Putaran, Ridwan Kamil-Suswono dan Pramono-Rano yang Akan Maju

Atikah Umiyani | 20 September 2024, 11:58 WIB
Pilkada Jakarta Diprediksi Dua Putaran, Ridwan Kamil-Suswono dan Pramono-Rano yang Akan Maju

AKURAT.CO Pilkada Jakarta 2024 diprediksi berlangsung dalam dua putaran. Di mana, dua pasangan akan melaju ke tahap berikutnya yaitu Ridwan Kamil-Suswono dan Pramono Anung-Rano Karno.

Prediksi itu dilihat dari keaktifan dua pasang calon tersebut dalam melakukan sosialisasi ke warga Jakarta. Di mana, keduanya sudah mulai turun langsung menyapa warga sekaligus belanja masalah yang ada di Jakarta.

"Kalau saya sih realistis ya, dilihat dari pergerakan yang ada, sekarang sosialisasi yang dijalankan, ya dua kandidat dari partai politik, ada pasangan RK-Suswono dengan Pramona Anung-Rano Karno," kata Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar, Ujang Komarudin, kepada Akurat.co, Jumat (20/9/2024).

Berbeda dengan pasangan calon yang hadir secara independen, yaitu Dharma Pangrekun-Kun Wardhana. Ujang menilai, pasangan ini tidak terlalu serius dalam menghadapi Pilkada Jakarta, sehingga sulit untuk bisa memperoleh suara besar dan melaju ke tahap berikutnya.

Baca Juga: Gerakan Coblos Tiga Calon Isu Destruktif di Pilkada Jakarta 2024

"Karena saya melihat pergerakan-pergerakan dari saluran independen itu tidak masif, tidak bagus. Terus kita misalkan diundang diskusi, diundang ke televisi, diundang ke mana-mana, nggak datang juga. Nah terus program-program juga nggak terlalu serius," ujarnya.

Kemudian terkait dengan persaingan Ridwan Kamil-Suswono dan Pramono Anung-Rano Karno di putaran kedua, potensi kemenangan akan terlihat jika ada pasangan yang memiliki survei tinggi dan konsisten selama tiga bulan kedepan.

"Pertama harus dilihat surveinya. Mana survei yang tinggi di antara kedua pasangan itu. Yang kedua, apakah survei itu konsisten antara bulan September, Oktober, November. Nah kita lihat kalau surveinya ini nanti ada yang lebih tinggi, ya ini punya potensi untuk bisa menang," tuturnya.

Menurutnya, elektabilitas itu bisa diperoleh dari keaktifannya dalam melakukan berbagai pergerakan ke masyarakat. Sebab, pasangan yang lebih sering turun punya peluang besar untuk lebih disukai masyarakat.

"Baik RK-Suswono maupun Pramono-Rano, apakah mereka mampu mendekati warga Jakarta, mendapatkan hatinya, lalu dikonversi dengan elektabilitas yang tinggi itu. Nah siapa yang memiliki elektabilitas yang tinggi, ya dia punya potensi untuk bisa lebih kuat lah gitu," ungkapnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.