Akurat

Pramono Anung dan Rano Karno Naik MRT di CFD Bundaran HI, Usulkan Penambahan Gerbong

Paskalis Rubedanto | 8 September 2024, 15:04 WIB
Pramono Anung dan Rano Karno Naik MRT di CFD Bundaran HI, Usulkan Penambahan Gerbong

AKURAT.CO Pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta, Pramono Anung dan Rano Karno, menghadiri acara Car Free Day (CFD) di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (8/9/2024) pagi.

Dalam kesempatan tersebut, keduanya mencoba salah satu transportasi umum andalan Jakarta, yaitu Moda Raya Terpadu (MRT).

Bagi Rano Karno, ini adalah pengalaman pertamanya menaiki MRT. Ia mengaku belum pernah menggunakan moda transportasi ini sebelumnya, karena selama ini bekerja di Serang, Banten, yang tidak memiliki MRT.

Baca Juga: Hari Pelanggan Nasional: Lebih dari Sekadar Perayaan, Telkom Memperkuat Hubungan dengan Pelanggan

"Saya jujur ini pertama kali, karena bagaimana kita mau naik MRT, kerja kita di Serang, Banten, kan gak ada MRT," kata Rano Karno di lokasi.

Rano juga mengusulkan agar gerbong MRT ditambah, mengingat antusiasme masyarakat yang tinggi, terutama saat hari kerja, agar tidak terjadi kepadatan di dalam kereta.

"Gerbongnya mungkin harus ditambah. Itulah mungkin Mas Pram bilang, ini untuk frekuensi, kita harus pelajari dengan baik," tutupnya.

Sebelumnya, calon Gubernur Jakarta Pramono Anung kembali menyoroti program peningkatan dana operasionaluntuk RT/RW di seluruh Jakarta.

Baca Juga: TECNO POVA 6 Pro 5G Smartphone Gaming dengan Desain MiniLED dan Visual Layar Memukau!

Menurutnya, anggaran Jakarta masih memungkinkan jika dana operasional untuk RT dan RW dinaikkan hingga dua kali lipat.

"Pengurus RT dan RW adalah ujung tombak pelayanan publik. Kelancaran operasional dan kesejahteraan mereka harus menjadi perhatian pemerintah,” ujar Pramono di Jakarta, Selasa (3/9/2024).

Pramono menambahkan, Ketua RT dan RW selama ini bekerja karena dorongan pengabdian kepada masyarakat, namun pemerintah harus memberikan perhatian yang lebih adil terhadap peran mereka.

"Untuk meningkatkan layanan publik, kita perlu memikirkan dari sisi paling ujung, yaitu RT dan RW," tegasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.