Akurat

Prabowo: Negara Kita Bukan Kerajaan, Rakyat Perlu Diberi Pilihan

Wahyu SK | 28 Agustus 2024, 09:07 WIB
Prabowo: Negara Kita Bukan Kerajaan, Rakyat Perlu Diberi Pilihan

AKURAT.CO Presiden terpilih 2024-2029, Prabowo Subianto, mengulas kembali masa-masa saat dirinya berhadapan dengan Partai Nasdem yang pada Pilpres 2024 mendukung Anies Baswedan sebagai capres.

Prabowo berterima kasih, karena meski menjadi lawan politik, Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh, merupakan orang pertama yang memberi selamat usai hitung cepat hasil Pilpres 2024.

"Karena itu, waktu saya masih awal-awal belum resmi waktu quick count, sebagian quick qount, Pak Surya Paloh dan Nasdem salah satu yang pertama kali mengucapkan selamat kepada saya," kata Prabowo saat menghadiri Kongres Ke-III Partai Nasdem, di JCC, Senayan, Selasa (27/8/2024) malam.

Prabowo menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak mempersoalkan sikap Nasdem yang kala itu mengusung Anies Baswedan.

Tetapi, ia bersyukur karena saat ini Nasdem bersedia untuk bergabung dalam pemerintahannya.

Baca Juga: Ayah Dokter Aulia Korban Bullying PPDS Undip Meninggal Dunia, Ini Doa yang Bisa Anda Kirim untuk Almarhum

"Jadi, saya sangat menghargai waktu diberi tahu Pak Surya Paloh, yang beritahu Muzani. Maaf Pak Surya, kadang-kadang Brewok, mau datang. Oh ya? Mau gabung Alhamdulillah. Terima kasih, benar Pak Surya? Waktu Anda datang ke saya, terima kasih saya, ndak apa-apa Anda dulu dukung Anies, ndak apa-apa," Prabowo menceritakan.

Dengan perbedaan itu, menurutnya, tidak perlu ada yang ditakutkan.

Karena yang terpenting saat ini adalah para pemimpin politik dapat mencari titik temu untuk bersatu bekerja sama dan melupakan perbedaan yang ada.

Sebagai negara yang menganut sistem republik, Prabowo mengatakan, perbedaan bukanlah satu masalah. Melainkan sebuah keharusan agar masyarakat punya pilihan.

"Perbedaan tidak perlu takut, bangsa kita memilih bentuk negara republik bukan kerajaan. Jadi, rakyat memang perlu diberi pilihan dan tidak perlu takut dengan perbedaan," ujarnya.

"Yang lebih penting kita harus bersatu, bekerja untuk rakyat Indonesia. Rakyat membutuhkan pemimpin-pemimpin yang bisa bersatu. Setiap pertandingan ada menang ada kalah," tambah Prabowo.

Baca Juga: Mahasiswa Wajib Kenali Ciri Radikalisme, Terorisme dan Intoleransi di Lingkungan Kampus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
W
Editor
Wahyu SK